DPD II Golkar: Ical Banyak 'Dikipasi' Kepentingan Elit di DPP

DPD II Golkar: Ical Banyak 'Dikipasi' Kepentingan Elit di DPP

- detikNews
Kamis, 26 Apr 2012 07:04 WIB
DPD II Golkar: Ical Banyak Dikipasi Kepentingan Elit di DPP
Jakarta - Ketua Forum DPD II Golkar se-Indonesia, Muntasir Hamid menyambut gembira rencana pertemuan Aburizal Bakrie (Ical) dengan pinisepuh partai berlambang pohon beringin tersebut pada Jumat (27/4) besok. Pertemuan itu menunjukkan jika Ketum Partai Golkar tersebut sebenarnya bukanlah diktator.

"Saya sangat bangga dan berbahagia apabila Bang Ical duduk dengan sesepuh, mengundang Bang Akbar (Akbar Tanjung), Hamengkubuwono, dan mereka yang dianggap layak dipanuti oleh kita yang muda-muda. Karena saya yakin tidak mungkin konsep-konsep diktator dilakukan oleh Ical. Itu hanya karena banyak di sekitar Bang Ical yang 'mengipas-ngipasi'," ujar Muntasir kepada detikcom, Kamis (26/4/2012).

Menurutnya, konflik yang saat ini tengah melanda tubuh Partai Golkar terkait pencapresan melalui Rapat Pimpinan Nasional Khusus (rapimnasus) karena adanya pengaruh kepentingan dari sejumlah elit Golkar di sekitar Ical. Sementara Ical sendiri, menurut Muntasir, merupakan sosok yang tenang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muntasir menegaskan sikapnya akan terus memperjuangkan aspirasi seluruh kader Golkar di tingkat DPD II se-Indonesia agar dapat terlibat aktif sebagai peserta dalam rapimnasus yang akan digelar Juli mendatang. Bukan sebagai peninjau.

Menurut Ketua DPD II Golkar Banda Aceh ini, sebelum kepemimpinan Golkar dipegang oleh Ical sebagai Ketum, setiap forum resmi pengambilan keputusan selalu melibatkan aspirasi dari DPD II sebagai peserta.

"Harus peserta, bukan peninjau. Selama (kepemimpinan) Ical ini saja sebagai peninjau. Karena dalam AD/ART yang saya ketahui dalam setiap pengambilan keputusan untuk partai, ada keterlibatan DPD II. Itu harus. Suara Golkar itu bukan top down, tapi bottom up," cetusnya.

Muntasir mengklaim saat ini sudah ada 50 perwakilan DPD II Golkar di Jakarta. Seluruh DPD II Golkar menurutnya, mempunyai sikap yang sama terkait rapimnasus.

"Ada 524 DPD II se-Indonesia. 50 DPD II sudah di Jakarta. Mereka tetap komunikasi dengan saya. Lihat saja nanti," pungkasnya.


(rmd/rmd)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads