Proyek kerja sama antara Karolin dan Elya ini bernama Advance Borneo, yang bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar). Lembaga ini dibentuk pada Desember 2011. Dalam situsnya, dijelaskan bahwa Advance Borneo merupakan suatu Working Group (Kelompok Kerja) yang dibangun dan dipersiapkan untuk menjadi Industry Incubator (Inkubator Industri) yang berpihak pada masyarakat dan berfokus pada pembangunan & pengembangan industri-industri berbasis masyarakat.
Di dalam acara tersebut, ada Budiman yang tampak dalam foto bersama Elya dan Karolin. Apa tanggapan Budiman soal ini?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Ketua Umum PRD ini juga menjelaskan bahwa dia tak terlibat dalam proyek itu. "Tentang proyek Advance Borneo itu sendiri Parade sebagai organisasi maupun saya selaku pribadi tidak terlibat. Keberadaan saya adalah memenuhi undangan launching Advance Borneo dalam pengembangan ekonomi kerakyatan tersebut," tambahnya.
Saat ditanya soal hubungan Karolina dan Ely, Budiman mengaku tidak tahu. Hubungan Budiman dan keduanya hanya sebatas pekerjaan dan pengembangan ekonomi kerakyatan.
"Tentang hubungan mereka berdua, saya bukan babby sitter mereka sehingga tidak tahu terlalu banyak soal yang bersifat pribadi. Tahunya hanya soal pekerjaan dalam soal pengembangan ekonomi kerakyatan," terangnya lagi.
Lebih lanjut Budiman menegaskan bahwa sesuai penjelasan ketua umum Parade Nusantara Sudir Santoso, sanksi bagi Elya sudah disiapkan bila terbukti terlibat dalam peredaran dan pembuatan video porno. Dirinya selaku Pembina Utama tidak tahu menahu soal kasus tersebut, termasuk dugaan pemerasan seperti yang disampaikan politisi PDIP Pramono Anung.
"Mungkin karena saya anggota DPR, kehadiran saya dianggap penting sehingga foto saya hadir di seminar tersebut dipasang dalam website mereka. Coba kalau saya bukan anggota Dewan, mungkin tidak terlalu menarik untuk dipasang di website tersebut," paparnya.
(mad/asy)











































