Begini Ungkapan Hati Para TKW di Dubai

Laporan dari Dubai

Begini Ungkapan Hati Para TKW di Dubai

- detikNews
Rabu, 25 Apr 2012 19:59 WIB
Begini Ungkapan Hati Para TKW di Dubai
Dubai - Aduhai nasib TKW bermasalah. Dengan seribu satu permasalahannya, selama ini mereka seperti kurang percaya diri, tak sanggup bercerita sendiri, curhat, atau mau berbagi kepada siapa.

"Kami dorong mereka untuk gemar membaca dan menulis. Berani menuangkan ide, pandangan, imajinasi, suasana hati, atau unek-unek ke dalam bentuk tulisan melalui lomba penulisan," ujar Konsul Jenderal RI di Dubai Mansyur Pangeran kepada detikcom, Rabu (25/4/2012).

Sebagaimana disampaikan melalui Konsul Pensosbud Adiguna Wijaya, perlombaan ini diadakan hasil kerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Dubai dalam rangka memberi perhatian lebih besar kepada para TKW Indonesia yang saat ini berada di penampungan sementara KJRI Dubai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dorongan untuk gemar membaca dan menulis pada para TKW itu sejalan dengan peringatan tahunan β€œHari Buku Sedunia 2012” yang ditetapkan oleh PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO) pada 23/4/2012.

Keluar 3 pemenang dari total 39 peserta yakni Lilis Usup (25 tahun) asal Cianjur (Jawa Barat), Siti Solikhatun Sarifudin (42 tahun) asal Brebes (Jawa Tengah), dan Agustina Andarwati (28 tahun) asal Bandung (Jawa Barat).

Para peserta umumnya menuangkan tulisan yang menceritakan latarbelakang dan pengalaman mereka mulai dari kecil hingga keberadaan mereka saat ini di penampungan sementara KJRI Dubai.

Ada pula yang menulis tentang pengharapan untuk bertemu dengan sang buah hati anak tercinta maupun suami yang telah cukup lama tak jumpa. Selain itu, juga ada yang menulis kisah tentang putus cinta.

Tulisan karya Agustina Andarwati mengungkapkan perasaan rindu seorang ibu sekaligus penyesalan dan harapan terhadap sang anak buah hati tercinta yang masih berumur 2 tahun, Dhea Rahma Rizqia, yang terpaksa ditinggalkannya bekerja menjadi TKW ke UAE.

Agustina menggunakan idiom-idiom yang sangat menyentuh perasaan dengan rangkaian kata-kata puitis untuk anaknya itu, seperti malaikat kecilku, jantung hatiku, gadis mungilku, berlian cantikku, dan 'my angel'.

Sedangkan Siti Solikhatun lebih menuliskan kisah pedih getirnya sebagai pahlawan devisa di negeri orang, dimana sempat mengalami duka mendalam saat sang ayah harus berpulang kehadirat ilahi tanpa dia bisa mendampinginya.

Pemberian hadiah yang berlangsung di ruang serba guna KJRI Dubai dihadiri oleh Ketua DWP KJRI Dubai Febie Mirashanti Mansyur, seluruh staf KJRI Dubai dan pengurus DWP KJRI Dubai dan para TKW di penampungan sementara KJRI Dubai.

Dalam sambutannya, Konjen Mansyur Pangeran menyampaikan ucapan selamat kepada para TKW pemenang dan mengajak mereka untuk selalu gemar membaca dan menulis mengenai hal apa saja, yang juga sangat berguna untuk menambah pengetahuan.

"Melalui kegemaran membaca dapat memberikan keuntungan tersendiri karena dapat mempengaruhi kemampuan menulis menjadi lebih baik, serta mungkin saja di kemudian hari menjadi seorang penulis yang kecukupan," terang Konjen.

Menurut Konjen, hasil karya tulisan sendiri dapat berupa kisah pengalaman pribadi maupun fiksi, yang apabila dikumpulkan dapat menjadi sebuah buku.

Kegiatan ini juga terkait dengan program kerja KJRI dan DWP KJRI Dubai, melalui penyelenggaraan Sekolah TKW KJRI Dubai, khususnya kelas pengenalan komputer, internet dan media elektronik.

Berbagai kelas lainnya juga telah terlaksana selama ini, seperti bahasa Inggris tingkat dasar dan menengah, ketrampilan menjahit, table manners, merangkai bunga, dan kelas tambahan yaitu Kejar Paket A bagi para TKW yang belum lancar membaca dan menulis.

Sekolah ini ditujukan khusus bagi para TKW di penampungan sementara KJRI Dubai yang sedang menunggu proses hukum dan penyelesaian kasus serta administrasi permasalahan mereka dengan otoritas terkait setempat di 6 emirat wilayah kerja KJRI Dubai.

"Sekolah ini merupakan bagian dari upaya KJRI Dubai untuk membina, memberdayakan dan menambah bekal kemampuan serta ketrampilan para TKW di penampungan sementara KJRI Dubai," pungkas Konjen.

Ketiga pemenang sama-sama menyatakan kegembiraan dan sukacita mereka. Menurut mereka hal ini merupakan sesuatu yang sangat berarti untuk peningkatan kepercayaan diri dan menjadi penghibur hati di tengah masalah yang sedang mereka alami saat ini.

Ditambahkan bahwa kegiatan lomba ini juga menjadi salah satu sarana bagi mereka untuk mengungkapkan perasaan hati melalui tulisan. Mereka juga berterimakasih kepada KJRI Dubai yang telah mengadakan lomba untuk mereka.

Hari Buku Sedunia yang diperingati setiap 23 April ditetapkan pada saat Konperensi UNESCO di Paris (1995). Tanggal ini dipilih secara simbolik karena pada tanggal ini banyak penulis dan sastrawan terkemuka dunia yang lahir dan meninggal dunia.

Tujuan utama penetapan Hari Buku Sedunia adalah sebagai penghargaan kepada para penulis buku dan juga sastrawan internasional terkemuka yang telah berjasa dan memberikan kontribusi penting bagi kemajuan sosial dan budaya kemasyarakatan di dunia.

Selain itu, melalui peringatan tahun ini diharapkan dapat semakin meningkatkan minat membaca, khususnya diantara kalangan muda usia di berbagai pelosok dunia.


(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads