Dua orang yang berhasil ditangkap adalah Roby Moko Agow dan Reivan Prasetyo, keduanya warga Mojokerto. Sementara itu otak dari aksi tersebut, Ahmad mulyo alias Ranye berhasil di bekuk dan diamankan Polda Jatim.
Kelompok tersebut tertangkap setelah sempat mencuri 28 LCD proyektor, 1 set CCTV, 9 unit Briket, dan uang tunai Rp 4 juta dari sebuah gudang elektronik milik PT. Masterdiatek Visual Sistimindo, Jalan MT Haryono 914, Semarang. Pencurian terjadi tanggal 23 Januari 2012 sekitar pukul 02.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami muter-muter dulu lalu menetapkan lokasinya," kata Reivan di Polsek Semarang Selatan, Jalan Lamper Tengah, Semarang, Rabu (25/4/2012).
Pelaku berhasil tertangkap setelah polisi melakukan penyelidikan terhadap penjualan barang elektronik di sebuah akun penjualan barang elektronik di Facebook. Setelah diperiksa, ternyata barang yang dijual oleh pemilik akun tersebut adalah barang yang dicuri dari PT. Masterdiatek Visual Sistimindo.
"Pemilik akun Facebook tidak tahu apa-apa karena dia hanya membeli dari para pelaku," kata Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Sigit B.H.
Para pelaku diduga sudah profesional karena mereka hanya membutuhkan waktu 25 menit untuk memotong rantai pengaman dan memindahkan puluhan benda elektronik dari gudang ke dalam mobil yang mereka sewa.
"Sebelumnya gudang tersebut pernah kehilangan beberapa barang elektronik pada bulan Oktober 2011 karena memang tidak ada penjagaan," imbuh Kompol Sigit.
Kapolsek menambahkan bahwa para pelaku juga sudah melakukan pencurian di beberapa daerah di Jawa dan Bali. "6 kali di Bali, 3 kali di Cirebon, lalu Malang, Solo, Mojokerto, dan Yogyakarta 1 kali".
Akibat pencurian yang dilakukan Ranye cs tersebut pemilik gudang, Budi Hartono warga Cempaka Putih, Jakarta menderita kerugian mencapai Rp 186 juta.
"17 unit sudah sempat terjual seharga masing-masing Rp 2 juta-an," kata tersangka Robi.
Dari kejadian itu, Kapolsek Semarang Selatan berharap agar gudang-gudang atau pun pertokoan seharusnya dilengkapi dengan sistem penjagaan yang ketat untuk mengurangi aksi pencurian.
"Lengkapilah dengan CCTV dan penjagaan yang ketat terutama pada jam-jam rawan pencurian," katanya.
(alg/trw)










































