Hakim Banyak Lupa UU Saat Wawancara, Ketua MA: Mereka Grogi

Hakim Banyak Lupa UU Saat Wawancara, Ketua MA: Mereka Grogi

Muhamad Arif - detikNews
Rabu, 25 Apr 2012 14:16 WIB
Hakim Banyak Lupa UU Saat Wawancara, Ketua MA: Mereka Grogi
Jakarta - Satu persatu hakim yang melamar jadi hakim agung terungkap kemampuan profesionalitasnya. Beberapa kontestan yang telah menjadi hakim lebih dari 25 tahun tidak paham KUHAP, beberapa yang lain tidak hapal UU Tindak Pidana Korupsi. Apa komentar bos Mahkamah Agung (MA)?

"Kalau grogi bisa blank semua," kata Ketua MA Hatta Ali usai membuka peringatan hari jadi ke 59 Ikatan Hakim Indonesia (Ikahi) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Akibat grogi maka pengetahuan keilmuan seseorang bisa buyar. Selain itu, memang tidak semua hakim mempunyai pengetahuan yang sama, tiap hakim berbeda-beda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu kembali kepada manusianya. Tidak semua hakim sempurna, punya pengetahuan yang tinggi dan setara dengan ukuran yang paling tinggi juga. Jadi kalau ada hakim yang tidak mengerti bisa karena dia tidak baca atau grogi," papar pria asal Sulawesi Selatan ini.

Menurut Hatta, MA sudah terbiasa melakukan tes tertulis kepada para hakim untuk mengetahui kemampuan akademik. Namun kemampuan akademik ini bisa hilang saat dites secara verbal.

"Kita sudah pengalaman melakukan fit and proper test bagi hakim yang akan dipromosikan. Saya temukan ada seseorang yang sebenarnya penguasan ilmunya kuat tapi saat fit and proper test dia tidak siap menjawab karena dia blank," ujar Hatta.

Seperti diketahui, saat ini 45 calon hakim agung sedang mengikuti seleksi hakim agung sejak Senin (23/4) hingga Rabu (3/5). 5 dari mereka akan menggantikan 5 hakim agung yang memasuki masa pensiun pada 2012. Mereka adalah Harifin Tumpa, Atja Sondjaja, Imam Harjadi, Mieke Komar dan Dirwoto. Setelah diseleksi oleh KY, nama-nama yang memenuhi kriteria akan diajukan ke DPR untuk dipilih oleh parlemen.

Dari 45 nama tersebut mayoritas dari hakim karier yaitu sebanyak 35 orang. Sedangkan sisanya dari kalangan masyarakat termasuk 2 hakim karier yang mengundurkan diri guna mengejar kursi hakim agung.

(asp/nrl)


Berita Terkait