Hidayat Nurwahid Bergelayutan Naik Commuter Line & TransJ

Hidayat Nurwahid Bergelayutan Naik Commuter Line & TransJ

Ray Jordan - detikNews
Rabu, 25 Apr 2012 11:42 WIB
Hidayat Nurwahid Bergelayutan Naik Commuter Line & TransJ
Jakarta -

Calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid, menjajal transportasi Ibukota untuk menyerap aspirasi warga. Ia rela antre membeli tiket dan bergelayutan di atas KRL Commuter Line dan bus TransJakarta.

Hidayat yang tidak didampingi Cawagub Didik J Rachbini itu tiba di Stasiun Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (25/4/2012) sekitar pukul 10.00 WIB.

Hidayat yang terbalut batik motif Monas warna oranye itu lalu diberi tiket kereta Rp 6.500 oleh tim suksesnya. Ia menyapa penumpang yang tengah menanti kedatangan kereta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dalam KRL Commuter Line, Hidayat memilih berdiri. Padahal, ada beberapa kursi yang kosong. Hidayat menanyakan keluh kesah para penumpang kereta. Sejumlah penumpang lalu menumpahkan unek-uneknya.

"Kalau bisa kereta ditambah, biar tidak ada penumpukan dan keterlambatan," ujar seorang pria penumpang KRL.

Menanggapi keluhan itu, Hidayat mengaku KRL masih sangat kurang di Jakarta.

"Kemarin, sudah ada penambahan KRL 20 rangkaian. Namun, rasionalnya untuk mencapai target penumpang 1,2 juta diperlukan penambahan KRL lagi, mungkin 1.440 KRL lagi.
Kalau itu dipenuhi, dibutuhkan anggaran hampir Rp 1 triliun dan itu bukan ukuran yang besar untuk APBD DKI," papar politisi PKS ini yang mengusulkan kereta di Jakarta dikelola Pemprov DKI Jakarta ini.

Menurut dia, penambahan gerbong dapat menjadi solusi dan efektif untuk mengurangi kemacetan di Jakarta.

"Kita akan memenuhi secara bertahap sehingga angka 1.440 bisa terpenuhi dan bisa mengangkut 1,2 juta orang per hari," janjinya.

Ia mengusulkan agar Pemprov DKI melakukan komunikasi yang intensif dengan KAI seperti dengan membuat anak perusahaan KAI.

"Intinya, DKI harus siap supaya bisa secepat mungkin sediakan sarana transportasi yang cukup baik supaya tidak ada keterlambatan dan penumpukan penumpang," kata Hidayat.

Hidayat lalu turun di Stasiun Gambir dan turun kereta. Tim suksesnya sibuk membagikan stiker warna oranye bergambar Hidayat-Didik dengan slogan "Ayo Beresin Jakarta!"

Bus TransJakarta

Puas naik KRL Commuter Line, Hidayat lalu bergegas naik bus TransJakarta dari Halte Gambir menuju Halte Harmoni.

Ia juga memilih bergelayutan dan berbaur dengan penumpang busway lainnya. Hidayat juga menampung aspirasi para penumpang bus TransJakarta.

Hidayat kemudian turun di Halte Dukuh Atas. Di halte inilah, Hidayat mengantre karcis Rp 3.500 untuk menuju halte Warung Jati.

"Nggak (capek ngantre) karena dari dulu manusia jalanan. Sejak tahun 1962 naik bus, metromini termasuk bajaj dan itu sudah biasa, tidak merasa capek," kata Hidayat.

Menurut dia, Jakarta seharusnya menyiapkan transportasi yang nyaman dan tidak menumpuk seperti ini.

(aan/nrl)


Berita Terkait