Kunker ke Washington DC, DPR Kritik Penempatan Pasukan AS di Darwin

Kunker ke Washington DC, DPR Kritik Penempatan Pasukan AS di Darwin

- detikNews
Rabu, 25 Apr 2012 10:40 WIB
Jakarta - Β 
Anggota Kaukus DPR RI - US Congress dari Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan, pada hari pertama kunjungan ke Washington DC, Senin (23/4), Kaukus DPR RI- US Congress melakukan diskusi dengan Kurt Campbell, assistant secretary Kemenlu AS.

"Dalam diskusi yang singkat dan padat, hanya sekitar 1 jam, setidaknya ada 4 isu penting diangkat delegasi DPR RI," ucap Eva Kusuma Sundari, kemarin, Selasa (24/4).

Eva mengatakan, ketua delegasi, Priyo Budi Santoso mengemukakan posisi DPR yang berimbang dan kritis terhadap beberapa kebijakan luar negeri AS. Seperti dalam penyikapan, soal pencabutan sebagian sanksi terhadap Myanmar berupa larangan kunjungan pejabat Myanmar ke AS dan hambatan-hambatan investasi mendapat apresiasi DPR RI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi delegasi DPR RI juga menyatakan keberatan dan mempertanyakan kebijakan penempatan ribuan pasukan AS ke Darwin, karena kehadiran pasukan AS tersebut justru berdampak mengganggu kestabilan kawasan," ungkap Eva.

Lebih lanjut Eva mengatakan, delegasi DPR RI juga berharap agar AS mengambil kebijakan yang kondusif yang dapat meredam potensi konflik terbuka soal Sengketa Laut Selatan, karena konflik tentu akan mengganggu potensi pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN.

"Delegasi Kaukus juga mengingatkan pentingnya mendengarkan masukan-masukan RI sebagai negara muslim terbesar yang demokratis dan berprospek ekonomi kuat terutama untuk kebijakan-kebijakan AS di Suriah dan negara-negara Timteng yang sedang mengalami musim semi demokrasi," ujar dia.

Menurut Eva, Kurt Campbell pun merespon positif dan proporsional dengan mengakui dampak ketidaknyamanan dari pengiriman pasukan AS ke Darwin bagi pihak pemerintah dan parlemen RI.

"Pelibatan pasukan dari negara-negara ASEAN dalam latihan bersama AS-Australia merupakan salah satu strategi memperbaiki saling pengertian," pungkasnya.
(nwk/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads