Mendikbud: Pelajar yang Melakukan Kekerasan Bisa Tidak Diluluskan

Mendikbud: Pelajar yang Melakukan Kekerasan Bisa Tidak Diluluskan

Prins David Saut - detikNews
Selasa, 24 Apr 2012 23:52 WIB
Mendikbud: Pelajar yang Melakukan Kekerasan Bisa Tidak Diluluskan
Jakarta - Kekerasan yang dilakukan oleh pelajar semakin marak. Pelajar yang terbukti melakukan kekerasan bisa tidak diluluskan dalam Ujian Nasional (UN).

"Anak nakal itu tidak harus disalahkan sekolahnya, tapi masyarakat pun juga ikut bertanggung jawab karena mereka di sekolah berapa jam sih ? Tetapi bukan berarti sekolah tidak ikut-ikut, sekolah pun ikut bertanggung jawab tapi masyarakat harus juga ikut bertanggung jawab," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh usai acara Tasyakuran Harlah Ke-78 GP Ansor di kantor PP GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2012).

Tawuran pelajar pun menjadi perhatian menteri yang pernah menjadi rektor ITS ini. Menurut Nuh kekerasan pelajar bisa menjadi salah satu penilaian dalam syarat kelulusan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ada anak sekolah ikut-ikut tawuran seperti itu berarti sangat jelas bahwa dari sisi akhlak dan kepribadian dia tidak mulia, oleh karena itu bisa dijadikan syarat kelulusan," ujarnya.

Nuh memperhatikan pelajar yang berbuat kekerasan baik dalam 'geng' maupun tawuran telah menyalahi syarat kelulusan. Walaupun hasil ujian sekolah dan Ujian Nasionalnya tinggi tetap bisa dinyatakan tidak lulus.

"Syarat kelulusan ada empat, salah satunya berkelakuan baik. Sehingga dia kalau kelakuannya nggak karu-karuan itu bisa tidak lulus, meskipun ujian sekolahnya tinggi UN-nya tinggi begitu," terang Nuh.

Sebelumnya, polisi menangkap tiga pelajar yang membacok siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) III berinisial R (17) di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (19/4) lalu. Para pelaku merupakan geng pelajar dari komunitas 'The Wools'.

Kapolsek Cempaka Putih Kompol Adhie Santika mengatakan, terungkapnya komunitas geng motor pelajar ini bermula dari keterangan korban yang mengetahui ciri-ciri para pelaku. "Menurut korban, para pelaku menggunakan jaket berwarna biru. Pada jaket bagian kiri atas terdapat tulisan huruf 'W'. Kemudian di punggung jaket terdapat tulisan 'We Are The Wools Family'," kata Adhie saat dihubungi detikcom, Minggu (22/4/2012).

(vid/ega)


Berita Terkait