Sumber detikcom menyebutkan, laporan itu sebenarnya sudah masuk meja pimpinan sejak Minggu lalu. Laporan itu pun tengah dipelajari.
Tiga nama yang disebut-sebut itu adalah Max Sopacua dan Sonny Waplau dari Partai Demokrat, serta Yasti Soepredjo Mokoagow dari Partai Amanat Nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak tahu hal itu," jawab Johan, Selasa (24/4/2012).
Nama mereka diduga masuk dalam daftar 2.000 transaksi mencurigakan yang dirilis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) beberapa bulan lalu. Namun, secara terpisah, Ketua PPATK, M Yusuf, membantah pernah mengeluarkan nama-nama dari transaksi mencurigakan tersebut.
"Saya nggak tahu tiga nama itu didapat dari mana. Karena kita tidak pernah mengeluarkan statement pernyataan seperti itu," kata Yusuf
Max sendiri sudah membantah mengenai adanya laporan ini. Max yakin dirinya tidak terlibat transaksi mencurigakan seperti disangkakan. Ia menduga namanya dicatut oleh pihak lain.
"PPATK sendiri menyampaikan, tapi belum memberikan data-data mengenai kepemilikan rekening punya siapa saja. Saya sih tunggu aja, karena saya tidak terlibat," kata Max.
Sementara FPAN pun sudah menepis soal tudingan kadernya terlibat transaksi mencurigakan.
(mok/ndr)











































