"Nggak ada niat sebenarnya. Terinspirasi saja," kata KHD saat ditemui di Polres Jaksel, Jl Wijaya II, Jakarta Selatan, Selasa (24/4/2012).
KHD yang merupakan guru agama di sebuah sekolah swasta di Tebet, Jakarta Selatan ini mengaku perbuatannya tersebut dilakukan untuk membuat pintar korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soalnya Anaknya itu agak lamban. Saya pernah dengar cerita gurunya memberikan dahak kepada anak muridnya. Terus ada perubahan muridnya jadi pintar. Jadi saya terinspirasi, supaya anak ini jadi pintar," dalihnya.
Menurut KHD, tujuannya berbuat bejat itu hanya ingin dekat dengan muridnya tersebut.
Kasus ini dilaporkan Jumat 13 April. Saat itu juga, tersangka KHD diamankan di Polres Jaksel. Korban mengaku sudah 10 kali disodomi KHD. Namun KHD mengaku baru 4 kali. Pemeriksaan polisi sementara diketahui kalau KHD sudah 20 kali menyodomi korban.
Perbuatan bejat KHD ini dilakukan di beberapa tempat seperti perpustakaan, ruang kelas, kamar mandi. Selain mengajar sebagai guru agama korban, KHD juga mengajar privat di rumah korban. Hingga kini KHD masih diperiksa.
(gus/ndr)











































