BNP2TKI Utus Pejabat Polisinya ke Malaysia Telusuri Penembakan 3 TKI

BNP2TKI Utus Pejabat Polisinya ke Malaysia Telusuri Penembakan 3 TKI

- detikNews
Selasa, 24 Apr 2012 16:39 WIB
Jakarta - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) ikut turun tangan menangani kasus kematian 3 TKI asal NTB di Malaysia. Badan nasional ini yang mengurusi persoalan TKI ini menugaskan pejabat polisinya ke negeri jiran tersebut.

"Jadi, hari ini kita memberangkatkan pejabat polisi dari BNP2TKI untuk menelusuri serta memperjelas adanya tragedi penembakan tiga TKI, dengan berkoordinasi Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur di samping diharapkan bisa bekerjasama pihak kepolisian yang ada di Malaysia," ujar Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Selasa (24/4/2012).

Hal tersebut disampaikan Jumhur saat membuka Rapat Koordinasi Pelayanan TKI di Perbatasan di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (24/4), yang diikuti perwakilan RI di Singapura, Malaysia, dan Timur Leste.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumhur menjelaskan pejabat polisi yang ditugaskan ke Malaysia adalah Direktur Pengamanan Kedeputian Perlindungan BNP2TKI, Brigjen (Pol) Bambang Purwanto.
 
Dengan penugasan tersebut, lanjutnya, akan diperoleh kejelasan adanya motif penembakan 'tidak manusiawi' yang juga cenderung 'barbar', sebagaimana dilakukan Polisi Diraja Malaysia terhadap para TKI tersebut.

Menurut Jumhur, cara penanganan yang dilakukan Polisi Diraja Malaysia telah membuat nyawa tiga TKI yaitu Herman (34), Abdul Kadir Jaelani (25), dan Mad Nur (28) meninggal secara mengenaskan.

"Harusnya kan ada cara lain untuk melumpuhkan para TKI itu dan tidak perlu ditembaki dengan bengis," tegas Jumhur.

Selain keberatan, Jumhur juga protes keras dengan tindakan polisi Malaysia karena dianggap terlalu merendahkan nyawa TKI. Pemerintah RI dimungkinkan menyampaikan protes resmi melalui saluran diplomatik ihwal kasus penembakan itu.

Sementara terkait dugaan jasad TKI itu menjadi korban perdagangan organ, Jumhur menjelaskan masih spekulatif dan akan ikut diselidiki oleh pejabat BNP2TKI yang berangkat ke Malaysia.

"BNP2TKI akan memfasilitasi keinginan keluarga jika ingin melakukan autopsi ulang terhadap jenazah almarhum, untuk mendapatkan kebenaran ada tidaknya dugaan korban perdagangan tubuh orang," ungkap Jumhur.

Ketiga TKI itu berangkat ke Malaysia pada pertengahan 2010 dan bekerja di sektor konstruksi serta perkebunan sawit di negara bagian Negeri Sembilan.

(/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini