"Banyak yang ingin mengkhianati. Penghianatnya justru ada di ring 1. Bocorannya baru tiga hari ini. Saya nggak sebut orangnya, nggak enak," kata Muntasir saat dihubungi wartawan, Selasa (24/4/2014).
Menurut dia, sudah saatnya Golkar dikembalikan ke awal. Model kepemimpinan Ical seperti raja tak cocok di Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, Ical telah melupakan DPD II Golkar. Padahal dalam Munas Golkar, Ical jelas membutuhkan suara DPD II kala itu.
"Di Pekanbaru dibutuhkan DPD II kenapa sekarang DPD II dibonsai. Saya juga ingin teman-teman DPD II yang mana kami sangat intens. Jangan ada aku, yang ada kita rakyat. Jangan karena uang semua bisa atur, uang bukanlah segalanya," tegasnya.
Muntasir juga mengatakan DPD II meminta Ical memperhatikan nasib korban-korban Lapindo. Baginya itu juga masalah penting pengganjal pencapresan Ical.
"Saya sedang di Surabaya melihat pedihnya orang korban Lapindo. Saya memohon semoga Allah memberi petunjuk Aburizal membantu orang korban Lapindo ketimbang mendorong Rapimnasus," tandasnya.
(van/rmd)











































