"Di sini peran orang tua, sekolah, dan teman sebaya begitu penting," tutur Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am kepada detikcom, Selasa (24/4/2012).
Asrorun mengatakan, dalam kondisi tertentu, posisi sekolah dan teman sebaya malah lebih diperhatikan oleh seorang anak, daripada orang tuanya sendiri. Oleh karena itu, dia meminta sekolah benar-benar memperhatikan pribadi seorang anak, sehingga dapat mencegah terjadinya geng pelajar yang tidak produktif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peran dari mereka dapat membimbing anak dalam menelaah tayangan dan ekspose besar-besaran mengenai perlakuan tindak pidana yang dilakukan orang dewasa," sambungnya.
Polisi menangkap tiga pelajar yang membacok siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) III berinisial R (17) di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (19/4) lalu. Para pelaku merupakan geng motor pelajar dari komunitas 'The Wools'.
Kapolsek Cempaka Putih Kompol Adhie Santika mengatakan, terungkapnya komunitas geng motor pelajar ini bermula dari keterangan korban yang mengetahui ciri-ciri para pelaku. "Menurut korban, para pelaku menggunakan jaket berwarna biru. Pada jaket bagian kiri atas terdapat tulisan huruf 'W'. Kemudian di punggung jaket terdapat tulisan 'We Are The Wools Family'," kata Adhie saat dihubungi detikcom, Minggu (22/4/2012).
Ketiga tersangka berinisial L (16), R (16) dan E (16). Adhie mengatakan, para pelaku kerap menggunakan motor dalam aksinya. "Mereka berjumlah 10-17 orang," ujarnya.
Ketiganya ditangkap di rumah masing-masing di kawasan Cempaka Putih dan Rawasari, Jakarta Pusat, pada Minggu (22/4) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Dari para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa motor Yamaha Mio bernopol B 6613 PRT serta celurit.
(/riz)










































