Metode konvensi dipandang tidak optimal. Karena dua kali konvensi capres tidak mampu membawa capres Golkar memenangkan pilpres.
"Kalau untuk kovensi dari awal sudah ditiadakan. Dari sejak permulaan kepengurusan Pak Aburizal Bakrie, untuk penetapan capres berdasarkan yang sudah-sudah di mana konvensi tidak berhasil dua kali," kata Agung kepada detikcom, Selasa (24/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makin menggilanya sistem money politics dianggap sistem itu sudah tidak tepat. Sehingga survei dipakai sebagai halnya di daerah, Pilkada Gubernur, Wakil Gubernur. Hasil survei hanya alat bantu, keputusannya apapun caranya tetap ada di semua komponen Golkar,"katanya.
Mekanisme survei sendiri, akan di-clear-kan dalam rapat elit Golkar. Agar semua komponen Golkar mendukung penuh siapapun capres yang diputuskan Rapimnasus Golkar.
"Yang diinginkan Pak Akbar Tandjung mekanismenya yang sesuai dengan yang ditetapkan. Yang menyatakan menyatakan minat capres Pak JK nanti kan dibahas secara terbuka. Hanya saya harapkan sebagai senior di Golkar jangan ada perepcahan disitu, kalau ada perpecahan, siapapun capresnya akan berat," tandasnya.
(van/)











































