"Kita tentu belajar dari pengalaman. Ini pengalaman yang paling bermanfaat dan berharga," kata pria yang akrab disapa Foke itu kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Senin (23/4/2012).
Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan belajar dari pengalaman operasional APTB tersebut, sehingga tidak terjadi protes serupa saat pelaksanaan pengembangan di wilayah lain. Hal ini dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan menjalin komunikasi terhadap pemerintah daerah setempat, seperti Depok, Bogor, dan Tangerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foke menambahkan, pengembangan sistem feeder dalam APTB ini akan melibatkan moda transportasi lainnya. Pemerintah pun akan mempercepat permintaan warga terkait APTB dan mengutamakan transportasi publik yang memiliki daya angkut tinggi.
"Itu harus dimulai dengan langkah awal angkutan perbatasan ini. Kemudian akan kita kembangkan dengan melibatkan moda angkutan lain. Pemerintah juga akan lebih mengakselerasi permintaan warga mengenai APTB ini. Terutama yang memiliki kapasitas daya angkut tinggi, misalnya kereta api yang juga dengan sistem feeder," tutup Foke.
Diketahui, operasional feeder busway dalam APTB rute Bekasi-Pulogadung sempat tidak beroperasi selama tiga minggu setelah diluncurkan pada awal April. Namun, sejak Sabtu (21/4), feeder busway dalam APTB dengan rute tersebut sudah kembali beroperasi, dengan perubahan rute yang sebelumnya dari Terminal Bekasi-Bekasi Barat-Tol Cikampek-Cakung-Pulogadung, diubah menjadi Tol Dalam Kota-Cempaka Putih-Jalan Perintis Kemerdekaan.
(vid/gah)











































