Dugaan Penjualan Organ, Kemenlu dan Migrant Care Beda Data

Dugaan Penjualan Organ, Kemenlu dan Migrant Care Beda Data

- detikNews
Senin, 23 Apr 2012 18:30 WIB
Jakarta - Munculnya dugaan kasus penjualan organ tubuh TKI di Malaysia, menimbulkan pertanyaan apakah kasus serupa pernah terjadi di negara lain? Jawaban berbeda diberikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Migrant Care.

"Sejauh ini kita belum pernah dengar kasus penjualan organ tubuh, terutama di Malaysia," ujar Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kemlu Tatang Razaksaat ditanya wartawan di gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (23/4/2012).

Namun, Tatang mengatakan, pihaknya siap mengusut jika ada laporan mengenai kejahatan tersebut.
"Kita akan tindak lanjuti jika ada laporan dan data yang lebih lanjut," ungkap Tatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu Direktur Migrant Care Anis Hidayah mengaku pernah mendapat informasi penjualan organ tubuh di Singapura. Jenazah TKW dari Singapura diterima keluarganya di Indonesia dengan keadaan tanpa organ dalam.

"Dulu pernah ada kejadian tahun 1992. TKW yang bekerja di Singapura dipulangkan dengan kondisi penuh jahitan. Setelah dilakukan otopsi, ternyata isi di dalam perutnya penuh kantong kresek," jelas Anis.

Oleh karenannya, Anis berharap agar Kemlu lebih peka terhadap perkembangan kasus-kasus buruh migrant. Dia menilai Kemlu terkesan lamban dalam menangani kasus yang menimpa pahlawan devisa tersebut.

"Seharusnya Kemlu melakukan perbaikan kinerja, bahkan harus lakukan evaluasi kinerja KBRI di Malaysia. Karena tidak peka dan lamban dalam menangani kasus TKI kita," tuturnya.

(gah/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads