"Yang geng Y-Gen itu cuma Joshua dan Asoy. Yang lain bukan Y-Gen," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jays Kombes Toni Harmanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/4/2012).
Ia menambahkan, antara satu tersangka dengan lainnya tidak saling mengenal satu sama lainnya. "Mereka tidak saling kenal," imbuh Toni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka ini terdiri dari berbagai komunitas yang sedang duduk-duduk di situ. Karena ada provokasi dari tersangka MT, yang lain jadi pada ikutan," kata Rikwanto saat jumpa pers.
Rikwanto menjelaskan, pengeroyokan Arifin bermula ketika terjadi serempetan antara sebuah truk dengan Toyota Avanza di lokasi. Kedua pihak yang hendak berdamai itu dianggap menghalangi jalan.
"Mereka memang mau balapan motor, tetapi terhadang sama truk itu," katanya.
Tersangka MT kemudian berinisiatif untuk menyingkirkan truk tersebut dengan naik ke atas truk. Di saat bersamaan, Arifin yang saat itu berboncengan dengan temannya, Kelasi Albert melintas menggunakan motor.
Saat itu, Arifin turun dari motor sambil mengeluarkan sebilah sangkur. Melihat hal itu, MT kemudian berteriak sehingga menimbulkan perhatian pelaku lainnya.
"Dia teriak 'ada Ambon ngamuk bawa sangkur', sehingga yang lain pada berkerumun kemudian mengeroyok korban," jelasnya.
(mei/ndr)










































