Benda tersebut pertama kali ditemukan oleh Kasiran, seorang PNS Akpol di jalan KS Tubun, kompleks Akpol Semarang sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, Kasiran langsung menghubungi petugas piket yang lalu diteruskan ke Polsek Gajahmugngkur dan Tim Gegana Polda. Lalu pada pukul 19.20 WIB tim gegana tiba dilokasi untuk pengamanan.
Benda mencurigakan tersebut berupa tiga selang air warna hijau berukuran 25 sentimeter dan diameter 2 sentimeter yang disatukan dengan lakban. Selang hijau diisi kertas yang dipadatkan dan ujungnya dipasangi kabel merah dan putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kabag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Willer Napitupulu mengatakan aparat akan tetap melakukan pengecekan meski ancaman tidak serius.
"Kami akan tetap melakukan pengecekan meski hanya ancaman," katanya.
Ancaman bom terjadi sebanyak enam kali dalam kurun waktu 2 bulan. Pada Februari lalu ditemukan paket mencurigakan di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah. Lalu pada awal April terdapat ancaman bom di sebuah dealer mobil setelah itu Sabtu (21/4) kemarin ancaman bom terjadi tiga kali di 3 rumah di jalan Jambu Semarang, dan yang baru saja terjadi adalah ancaman bom di Akpol.
"Untuk ancaman melalui telepon kami mengalami kesulitan penyelidikan karena nomer telepon yang digunakan langsung dibuang," ujar Kapolrestabes.
(alg/try)











































