"Ya itu mas, sudah benar instruksinya. Jadi saya no comment dulu," kata Wasekjen Golkar, Nurul Arifin dalam pesan singkat kepada wartawan, Senin (23/4/2012).
Pandangan senada disampaikan Ketua DPP Golkar Hadjrianto Tohari. Menurut dia, perdebatan rapimnasus sudah cukup menanti pertemuan penting senior Golkar, Ical, Jusuf Kalla (JK) dan Akbar Tandjung (AT).
"Menurut saya polemik soal rapimnasus dan capres PG sudah cukup dan sebaiknya dihentikan. Sudah banyak pelajaran yang dapat ditarik. Sekarang tiba waktunya untuk mengendapkan dan merenungkan substansi dari polemik tersebut serta saling introspeksi," katanya.
Pertemuan yang akan diadakan akhir pekan ini memang menentukan. Menentukan direstui atau tidaknya percepatan pencapresan Ical oleh JK dan AT.
"Dan setelah itu kemudian menatap ke depan melakukan perbaikan. Polemik itu sudah cukup, once is enough, twice is too much. Enough is enough," pungkasnya.
Mengakhiri ketegangan antara tokoh senior Golkar terkait pro kontra percepatan Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnasus), Aburizal Bakrie dan Akbar Tanjung akan bertemu dalam rapat pleno tanggal 27 April. Pertemuan akan membahas polemik antar pengurus sekaligus menyinggung mekanisme Rapimnasus.
"Melihat polemik yang ramai diberitakan maka kami menggelar rapat pleno di Kantor DPP Golkar tanggal 27 April jam 15.00 WIB," kata Wakil Ketum Golkar Fadel Muhammad saat dihubungi detikcom, Senin (23/4/2012).
Menurut Fadel, ketegangan antar tokoh senior harus segera diselesaikan. Apalagi ketegangan yang makin menguat lewat pemberitaan media massa akan mempengaruhi kesolidan pengurus di tingkat pusat maupun daerah.
"Kita akan meng-clearkan persoalan antara pengurus. Pertemuan ini sudah disetujui Pak Ical. Kami akan bicara mengenai apa yang dipersoalkan karena kalau ada permasalahan lebih baik bicara di rapat bukan adu statement di media," terangnya.
(van/rmd)











































