Polemik pencapresan Partai Golkar makin gaduh setelah Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, Akbar Tandjung, menyatakan kekecewaannya kepada Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Namun, kegaduhan tersebut dipandang baik untuk meningkatkan popularitas capres dari Golkar.
"Kalau hari ini ramai saya senang, ini mengangkat popularitas partai saya dan calon saya," kata politisi Golkar, Agun Gunandjar, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/4/2012).
Menurut Agun, kegaduhan yang terjadi adalah hal biasa dalam proses demokrasi. Ia menjelaskan penetapan capres dari Golkar tidak akan ditetapkan secara sepihak, namun akan ditetapkan melalui mekanisme partai yang mengedapankan proses demokrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agun juga membantah jika Rapimnasus yang akan dilakukan Golkar mengandung potensi masalah. "Hari ini rapimnas juga boleh. Tidak ada masalah," ujarnya.
Agun juga menjelaskan bahwa rapat pleno yang rencananya akan diadakan tanggal 27 April adalah mekanisme biasa. Rapat pleno tersebut adalah mekanisme partai.
"Ini merupakan mekanisme partai. Jadi diputuskan bersama. Tidak ada keputusan sepihak. Tidak mungkin ujug-ujug tanpa AD/ART," imbuhnya.
(tor/ndr)










































