Autopsi Jenazah TKI Asal Lombok Dijadwalkan Besok

Autopsi Jenazah TKI Asal Lombok Dijadwalkan Besok

Ahmad Toriq - detikNews
Senin, 23 Apr 2012 13:30 WIB
Jakarta - 3 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia diduga menjadi korban perdagangan organ dalam. Untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut, ketiga jenazah TKI tersebut rencananya akan diautopsi ulang besok, Selasa (24/4).

"Saya dapat informasi dari Migrant Care, Selasa (24/4) besok mau diotopsi," kata Anggota Komisi IX DPR, Rieke Dyah Pitaloka, saat dihubungi wartawan, Senin (23/4/2012).

Rieke mendesak pemerintah untuk membantu proses otopsi ulang. Menurutnya, otopsi ulang diperlukan untuk mengetahui apakah ada organ tubuh yang hilang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang jelas mendesak pemerintah untuk membantu otopsi ulang. Supaya kita dapat mengetahui apakah ada organ yang hilang. Jika ada yang hilang, tentu pemerintah harus aktif dan bekerja sama dengan pemerintah Malaysia," jelasnya.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, membenarkan informasi yang disampaikan Rieke. "Iya, tadi masih diurus di Polda NTB, kalau lancar Insya Allah (otopsi) besok," ujarnya.

Sebelumnya, pihak keluarga mendapat informasi tewasnya anggota keluarga mereka yang bekerja menjadi TKI di Malaysia. Tiga TKI itu adalah 3 TKI, Herman (34), Abdul Kadir Jaelani (25), dan Mad Noon (28), asal Desa Pancor Kopong Pringgasela Selatan dan Pengadangan, Lombok Timur. Informasi tewasnya ketiga TKI itu diperoleh pihak keluarga korban setelah membaca koran lokal di Malaysia 26 Maret 2012, tentang penemuan motor tak dikenal.

Motor itu ditemukan di daerah pemancingan yang dikunjungi 3 TKI itu. Pihak keluarga yang membaca koran tersebut pun mendatangi rumah sakit setempat, dan menemukan 3 TKI itu telah meninggal pada 30 Maret 2012 dengan keterangan luka tembak.

Kendati mendapat keterangan resmi dari rumah sakit, namun salah satu keluarga korban menemukan kejanggalan terhadap jasad 3 TKI tersebut. Kejanggalan itu terdapat pada jahitan tubuh korban.

Ketiganya mendapati jahitan yang sama. Semua korban dijahit pada bagian kedua matanya, di dada bagian atas dari dekat lengan kanan ke lengan kiri terdapat jahitan lurus melintang.

Jahitan juga terlihat dari dada hingga ke bagian tengah perut nyambung tengah jahitan atas terjahit hingga bawah pusar, sementara di bawah pusar terlihat jahitan dari perut bagian kiri hingga bagian kanan.

Sementara itu, Kemlu memerintahkan KBRI Kuala Lumpur melakukan penyelidikan dengan menggali informasi soal 3 TKI itu. "Kita minta KBRI follow-up apa yang terjadi, karena itu kan baru dugaan," jelas Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Tatang Razak, saat dikonfirmasi detikcom.

(tor/rmd)


Berita Terkait