Wartawan Gadungan Peras Kepala Dinas Peternakan NAD

Wartawan Gadungan Peras Kepala Dinas Peternakan NAD

- detikNews
Rabu, 11 Agu 2004 19:16 WIB
Aceh - Naas benar nasib Armen bin Hasan. Pria yang mengaku wartawan ini, mencoba memeras Kepala Dinas Peternakan Propinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Syamsudin Ali. Tapi bukannya mendapat hasil, pria yang suka beredar di kantor-kantor dinas di Banda Aceh ini malah diadukan korbannya itu ke polisi. Alhasil, sejak Kamis pekan lalu, Armen yang mengaku bekerja untuk Mingguan Menara, meringkuk di sel Mapolresta Banda Aceh. "Tersangka dikenai pasal 369 KUHP, pemerasan dan ancaman," terang Kanit I Opsnal Reskrim Polresta Banda Aceh, Ipda Dewa Adrian pada wartawan di Mapolresta Banda Aceh, Rabu (11/8/2004). Ihwal kasus pemerasan ini menurut Dewa, bermula ketika Armen mengajukan proposal biaya training pilot project dan sarana pakan ternak ayam petelur kepada kepala biro ekonomi di kantor gubernur, dengan tembusan kepala dinas peternakan NAD pada Februari 2002 lalu."Tapi tidak terealisasi. Karena dalam biro ekonomi hanya ada program percontohan pengembangan usaha. Si tersangka ini keberatan karena proposalnya ditolak. Mulailah dia mengancam kepala dinas peternakan," lanjut Dewa. Diterangkan Dewa, jika proposalnya tak lolos, Armen mengancam akan membocorkan kasus korupsi di Dinas Peternakan NAD. Karena tidak ditanggapi, tersangka berang. Pada Juli 2003, Armen meminta uang sebagai ganti rugi kepada Syamsudin sebesar Rp 12 juta. Namun tetap tidak ditanggapi. Kehabisan akal, pada Juli 2004 lalu, dengan terus terang Armen meminta uang sebesar Rp 294 juta -masih kepada dinas peternakan- untuk beternak ayam di Kabupaten Bireuen. Permintaan itu lagi-lagi disertai dengan ancaman, jika tak diberi maka dia akan menangkap dan membunuh Syamsudin.Karena tidak juga mendapat tanggapan serius, akhir Juli 2004, Armen kemudian mengirim SMS (short messages service) kepada Syamsudin yang isinya menyatakan, jangan coba-coba mempermainkan dirinya. Jika tidak, tersangka mengancam akan membuka rahasia isteri Syamsudin ke publik. Bukannya uang yang didapat setelah Armen mengirim SMS itu. ia diadukan ke polisi. Dengan cepat, pria yang sering hadir di berbagai acara di kantor gubernur NAD dan berprofesi sebagai wartawan gadungan ini segera ditangkap pihak berwajib. (fab/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads