"Polemik tentang itu sudah cukuplah, sudah ada rencana pertemuan. Substansi sudah banyak dibicarakan. Substansi sudah ketemu tinggal kemudian dibicarakan dengan duduk bersama," kata Ketua DPP Partai Golkar, Hadjriyanto Thohari, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/4/2012).
Menurut Hadjri, pertemuan antara Ical dan beberapa tokoh senior Golkar nantinya akan menyelesaikan polemik pencapresan dari Partai Golkar. Ia menilai masalah yang ada saat ini sudah ada solusinya, hanya tinggal dikomunikasikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya mengenai usul Akbar Tandjung yang meminta DPD tingkat II dilibatkan dalam keputusan pencapresan, Hadjri enggan menanggapi. Menurutnya, hal tersebut hanya akan dibicarakan dalam pertemuan nanti.
"Itu soal teknis nanti menjadi bagian yang dibicarakan, untuk tidak memancing polemik baru," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar, Akbar Tandjung, mengaku kecewa karena tidak diajak bicara oleh Ical mengenai pencapresan. "Saya nggak pernah diberitahukan, saya cuma dengar Rapimnasus untuk mempercepat penetapan capres dari media. Saya Ketua Wantim tidak pernah diinformasikan apa-apa," kata Akbar kepada detikcom, Kamis (19/4).
Menurutnya, pencalonan capres harus dibicarakan dengan seluruh unsur partai agar internal Golkar solid. Mekanisme penetapan capres di Rapimnasus pun harus dibicarakan sebelum pelaksanaan awal Juli mendatang.
Menanggapi kekecewaan Akbar, Ical berinisiatif mengajak bertemu Akbar dan beberapa tokoh senior lainnya. Belum diketahui tanggal pertemuan tersebut, namun pengurus DPP akan menggelar rapat pleno pada 27 April 2012 di kantor Golkar, Slipi, Jakarta Barat. Rapat ini khusus membahas pelaksanaan Rapimnasus di Bogor, Jawa Barat.
(tor/rmd)










































