Wisuda yang diselenggarakan di Sekolah Indonesia Singapura (SIS) ini dihadiri oleh sekitar 500 undangan, termasuk para majikan.
Dari 697 wisudawan, sebanyak 645 adalah peserta kursus Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, komputer, menjahit dan tatarias wajah, sisanya adalah peserta Program Paket B dan Paket C. Enam lulusan terbaik telah memperoleh penghargaan dari KBRI Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri juga menyinggung rencana pemberian 1 hari libur dalam setiap pekan kepada PLRT yang akan mulai diberlakukan pada awal 2013. Dengan hari libur tersebut, diharapkan para PLRT dapat beristirahat dan memanfaatkannya untuk hal-hal positif seperti mengikuti kursus-kursus keterampilan.
"Belajar merupakan proses seumur hidup," ujar Menteri, yang dikenal gigih memperjuangkan hak dan kesejahteraan bagi para domestic workers di Singapura, termasuk para PLRT Indonesia.
Sebelumnya Dubes Andri Hadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para guru dan secara khusus kepada para majikan yang telah memberikan ijin kepada PLRT untuk dapat mengikuti kursus-kursus yang diselenggarakan oleh KBRI Singapura.
"Keterampilan yang diperoleh agar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan pekerjaan di Singapura dan terutama nanti setelah kembali ke tanah air," harap Dubes.
Menurut Dubes, para PLRT dapat memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang telah didapat untuk memulai usaha baru di tanah air. Selain itu, mereka juga dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya keselamatan kerja.
"Dengan demikian, kecelakan kerja yang kerap terjadi dapat dihindari," harap Dubes.
KBRI Singapura sejak 2009 telah mengelola Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kerja (P3K), meliputi kursus bahasa Inggris, bahasa Mandarin, komputer, menjahit dan tatarias wajah, serta Paket B dan Paket C. Program yang dirintis oleh Dubes RI Wardana ini diselenggarakan di SIS setiap hari Minggu.
Dalam 2 tahun terakhir, kegiatan P3K telah diikuti oleh 3003 PLRT dengan rincian: 958 orang (2010) dan 1325 orang (2011). Adapun untuk awal 2012 telah diikuti sebanyak 720 orang. Jumlah peserta didik yang sudah diluluskan sejak 2009 adalah sebanyak 2283 orang.
Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Singapura Simon D.I. Soekarno, menyampaikan bahwa melalui P3K ini diharapkan para PLRT asal Indonesia di Singapura dapat menjadi pekerja yang lebih kompetitif dan berpandangan ke depan.
"Kami mengantisipasi jumlah peserta P3K akan meningkat pada 2013 dengan adanya ketentuan libur wajib 1 hari dalam seminggu," demikian Simon.
Acara wisuda dilanjutkan dengan peluncuran transfer uang Dana Untuk Indonesia Tercinta (DUIT) oleh Bank Syariah Mandiri dan ditutup dengan acara hiburan dari artis-artis ibukota yaitu Teuku Wisnu, Cici Tegal, Ari Limau dan grup musik Snada.
(es/es)











































