Eka Chandra, warga Ketileng, Semarang, menjadi korban pembacokan saat dirinya dan teman-temannya bersitegang dengan pelaku yang menjadi lawannya dalam balap liar.
"Mereka jumlahnya sekitar 50 orang, kami yang 9 orang dikeroyok dan saya kena sabetan di punggung," katanya di Polsek Semarang Tengah, Jalan Brumbungan, Minggu (22/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus kami semua lari dan saya sembunyi di basement Hotel Dafam," akunya.
Pada pukul 03.00 WIB Eka berhasil keluar dari Hotel Dafam. Namun satu jam kemudian datang sekelompok orang dengan mengendarai motor berusaha masuk ke area Hotel Dafam. Petugas keamanan berusaha mencegahnya tapi akibatnya sekelompok orang tersebut mengamuk dan menghancurkan papan nama, kaca pos parkir, alat sensor parkir, dan menggondol sebuah monitor komputer dari pos parkir.
Humas Hotel Dafam, Namira, membenarkan kejadian pengerusakan tersebut. "Benar memang ada pengerusakan. Tapi saya belum jelas detailnya," katanya.
Pelaku juga membawa motor Yamaha Vega dan Honda Supra dari kelompok Eka. "Motor saya Vega dengan pelat nomor H 3046 QS, yang Supra punya teman," ujar Eka.
Saat ini petugas Polsek masih menyelidiki pelaku perusakan Hotel Dafam yang diduga merupakan lawan tanding dari kelompok Eka.
"Saat ini 9 korban sedang dimintai keterangan untuk proses penyelidikan," kata Kanit Reskrim AKP IGN Rudy Montolalu.
(nrl/nrl)










































