Widjajono sebetulnya jarang ikut rapat kabinet terbatas karena itu 'jatah' menteri ESDM Jero Wacik. Namun, rapat terbatas pada Kamis (19/4) itu, Jero sedang berhalangan sehingga digantikan oleh Widjajono.
Kesempatan hadir dalam rapat tentu tak disia-siakan oleh guru besar ITB tersebut. Karena itu, dia sempat mengutarakan niatnya untuk mempresentasikan ide soal BBM di hadapan SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun niat itu dia urungkan karena merasa sungkan. Akhirnya, ide Widjajono pun disampaikan pada Dipo dan beberapa menteri lain secara sederhana.
"Dia bilang, saya malu, nggak enak. Nggak enak sama menteri-menteri lain. Akhirnya dia ceritakan secara ringkas," terang Dipo.
Meski begitu, Dipo menyesal karena tak merangkum dan menyimak ide yang disampaikan Widjojano secara detail. Saat itu, Dipo sibuk mengurusi persoalan lain menyangkut rapat.
"Tapi mudah-mudahan, masih ada tulisan pakai pensil disimpan. Dia profesor yang baik, bersahaja, begitu cepat dia menjabat sebagai wamen, tentu saya harapkan murid-muridnya di ITB mengikuti kepiawaiannya," jelasnya.
"Mudah-mudahan ide yang almarhum kemukakan entah secara ekonomis atau teknologi bisa terwujud," tutupnya.
(mad/mad)











































