Kabinet Belanda, koalisi antara VVD, CDA dan PVV, jatuh pada Sabtu (21/4/2012) siang ini waktu setempat. Mitra koalisi PVV pimpinan Geert Wilders menarik diri karena tidak sepakat dengan paket kebijakan efisiensi untuk menutup defisit anggaran -3%.
Wilders dalam konferensi pers mengatakan bahwa pihaknya menolak karena paket kebijakan itu mengorbankan daya beli kelompok pensiunan. Kebijakan efisiensi senilai total EUR 16 miliar itu juga dinilai Wilders akan merugikan ekonomi dan memicu pengangguran.
"Paket kebijakan efisiensi ini tidak mewakili kepentingan pemilih kami. (Koalisi) definitif bubar," ujar Wilders, sekaligus menandai bubarnya perundingan mengenai paket kebijakan efisiensi yang telah berlangsung selama 50 hari di residensi resmi Perdana Menteri Belanda, Catshuis, Den Haag.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PVV gentar pada saat-saat terakhir atas konsekuensi dari komitmen yang telah dibuat. Akibatnya kita sekarang disini dengan tangan hampa," ujar Rutte.
Verhagen bereaksi lebih tajam dengan menuding Wilders telah membiarkan 16 juta rakyat Belanda dalam kesulitan.
"Harapan bahwa Belanda dalam waktu dekat keluar dari krisis telah dibuyarkan oleh PVV. Wilders tidak memiliki keberanian politik untuk mempertahankan apa yang telah disetujuinya," kecam Verhagen.
Menurut Verhagen, kebijakan efisiensi dan reformasi itu memang pahit tapi perlu. "Rakyat akan merasakan pada keuangan mereka, tapi dalam batas-batas yang dapat diterima, dan dengan perspektif perbaikan setelah 2013," terang Verhagen.
PM Rutte menegaskan bahwa pemilu merupakan skenario paling logis, menyusul pecahnya koalisi. Selanjutnya kabinetnya akan demisioner. Hal sama disampaikan oleh Wilders dan para pemimpin partai dari kubu oposisi.
"Semua sepakat menghendaki (pemilu)," ungkap pemimpin Partai Buruh (PvdA) Diederik Samsom.
Sebenarnya menurut UU Pemilu Belanda, pemilu berikutnya dapat digelar 84 hari setelah jatuhnya kabinet. Namun karena pada periode itu, dihitung sejak sekarang, bertepatan dengan liburan panjang musim panas, maka mustahil bisa digelar pemilu.
Kalaupun dipaksakan maka partisipasi pemilih akan sangat rendah, sebab sebagian besar warga Belanda sedang berlibur. Dengan demikian pemilu paling mungkin dapat digelar pada September atau Oktober. (es/es)











































