Menurut Suswanto, diduga telepon berasal dari pria berumur sekitar 30 tahun.
"Rumah ini sudah dipasangi bom, sebentar lagi meledak," kata Suswanti menirukan suara si penelpon di rumahnya, jalan Jambu no.823, Semarang, Sabtu (21/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, polisi sempat meminta Prasetyo untuk mengosongkan rumah dan memberitahu tetangga. Namun ketika Sutaji, tetangga depan rumah Prasetyo mendapat kabar tersebut, dia terkejut karena sebelumnya pada pukul 20.00 WIB juga menerima teror yang sama.
"Saya juga menerima telepon teror, dia bilang kalau di rumah saya sudah dipasangi bom dan akan meledak," ujar Sutaji.
Teror bom tersebut ternyata tidak berhenti pada 2 rumah tersebut, seorang warga lain di jalan Mangga IV no.5, Marsini juga mengaku menerima telepon yang sama dengan ciri-ciri suara yang juga sama.
"Jam 19.30 WIB ada telepon yang bilang kalau ada bom di rumah saya dan siap meledak dalam 2 menit," katanya.
Marsini sempat menyangka jika pelaku teror adalah pencuri yang sempat mengambi HP anak kos yang berada di rumahnya. "Kemarin jam 3 pagi anak kos kehilangan HP. Saya kira yang telepon tadi orang yang ngambil HP," ucapnya.
Mendapat laporan tersebut, polisi langsung menyisir ketiga lokasi teror. Namun untuk sementara hasil penyisiran masih nihil. Pihak Polsek Semarang Selatan hingga kini masih menyelidiki kasus tersebut.
(mad/mad)











































