Dikatakan Dahlan, pertemuannya dengan Widjajono tersebut terjadi saat sidang kabinet terbatas soal APBN-P 2012 yang dipimpin Presiden SBY.
"Beliau mewakili Menteri ESDM yang berhalangan hadir. Sebelum sidang beliau terlihat menjelaskan sesuatu kepada Wapres. Lalu mendatangi saya menjelaskan hal yang sama. Rupanya almarhum minta dukungan untuk idenya mengenai BBM. Menurut almarhum, BBM yang diimpor sekarang ini sudah bukan premium lagi sehingga sebenarnya wajar harganya sedikit lebih tinggi. Yang diimpor sekarang ini sudah lebih tinggi mutunya dibanding premium yang lalu. Ini karena premium model lama sudah tidak diproduksi lagi," tukas Dahlan kepada detikFinance, Sabtu (21/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dahlan, Widjajono merupakan orang yang memegang prinsip dengan kuat. "Yang menjadi haknya akan dia tuntut sampai berhasil. Tapi kalau bukan haknya almarhum tidak akan mau menerima. Soal mobil dinas, misalnya, almarhum menuntut karena haknya. Tapi dia menolak menerima honor tertentu karena merasa bukan haknya," tutur Dahlan.
Dahlan mengakui, Widjajono sering bercerita soal hobinya mendaki berbagai gunung.
Widjajono memang dikenal suka berpetualang mendaki gunung. Dirinya sendiri semasa kuliah dikenal suka mendaki gunung dan ikut dalam organisasi pecinta alam di Institut Teknologi Bandung (ITB). Hari ini, Widjajono meninggal dunia saat mendaki Gunung Tambora.
Sebelum memutuskan mendaki Gunung Tambora, Widjajono sempat mengajak wartawan detikFinance untuk ikut dalam pendakian.
Dalam pesan singkatnya Widjajono mengatakan: "Pada 19 April Famele Trakkers For Lupus mau ke Tambora. Diah Bisono ikut. Mau ikut? Nanti saya email Photo2 Klabat. Salam, Widjajono."
(dnl/dnl)











































