Polri: Aktivis Muslim Solo Ditangkap Terkait Bom Marriott

Polri: Aktivis Muslim Solo Ditangkap Terkait Bom Marriott

- detikNews
Rabu, 11 Agu 2004 16:46 WIB
Jakarta - Teka-teki penangkapan terhadap 3 aktivis muslim Solo terjawab sudah. Keluarga yang semula mengira anaknya diculik mendapat jawaban mereka ditahan polisi karena terkait dengan bom di hotel JW Marriott.Jawaban diberikan Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Soenarko Danu Ardanto usai audiensi antara polisi dengan keluarga aktivis muslim Solo yang ditangkap, di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Rabu (11/8/2004).Mabes Polri, akhir JUli 2004 lalu menangkap 3 warga Solo yakni Luthfi Haidaroh (25), Air Setiyawan (25) dan Urwah. Keluarga menyebut penangkapan itu sebagai penculikan karena polisi tak menyertai surat penangkapan dan tak menyebutkan alasan mereka ditangkap.Keluarga mereka, antara lain Agus Purwanto (48), ayah dari Air Setiawan didampingi YLBHI dan Front perlawanan Penculikan (FPP) mendatangi Mabes Polri untuk mempertanyakan kejelasan nasib anaknya. Agus tak habis pikir mengapa Wawan, panggilan Air Setiawan yang sehari-hari bekerja di bengkel ditangkap polisi. Agus mengaku tahu anaknya ditangkap karena diberitahu istrinya, 30 Juli 2004 setelah menerima surat pemberitahuan dari polisi. "Saya ke sini mau mencari anak saya. Dia di mana sekarang? Saya nggak tahu kenapa anak saya ditangkap dan dituduh terlibat teror di Indonesia," katanya."Anak saya kerjanya hanya di bengkel ikut pamannya. Kadang-kadang ikut pengajian di masjid sore harinya," tambah Agus dengan mata berkaca-kaca. Agus yang sehari-hari menjadi pengemudi bus malam itu menceritakan, Wawan jarang bepergian meninggalkan rumah. Anak kedua dari 5 bersaudara itu paling jauh pergi ke tempat kakaknya di Bandung, Rimba Yulianto.Orang tua Wawan itu lantas menunjukkan surat pemberitahuan penangkapan anaknya tertanggal 26 Juli 2004. Di surat itu hanya menyebutkan Wawan telah melanggar UU Terorisne nomor 15 tahun 2003, pasal 13, 14 dan 15. Surat tak menjelaskan lebih lanjut tindakan terorisme apa yang telah dilakukan Wawan.Bom MarriottTerhadap pertanyaan orang tua Wawan, Soenarko menjelaskan ketiga orang Solo itu kini berada di Jakarta. Mereka ditangkap dan ditahan Mabes Polri, akhir Juli lalu karena terkait pengeboman Marriott 2003.Keterkaitan ketiga orang itu, kata Soenarko, berdasarkan pengakuan tersangka bom Marriott lainnya yang sudah ditangkap dan ditahan polisi. Soenarko tak mau menjelaskan lebih lanjut peranan Wawan cs itu dalam bom Marriott. Apakah mereka menjadi perencana, eksekutor, tahu rencana tapi tak melaporkan atau terlibat dalam pelarian para pelaku, tak satu pun Soenarko mau menyebutkannya. "Yang jelas mereka ditangkap berkaitan dengan pelanggaran UU nomor 15 tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme pasal 13, 14, dan 15," katanya.Setelah ditangkap, ketiga aktivis itu diperiksa di Posko pemeriksaan Polda Metro Jaya di bawah pengawasan Detasemen Khusus 88 atau Direktorat VI Antiteror Bom, Bareskrim Mabes Polri.Soenatrko juga menyatakan, polisi sudah mengirimkan surat pemberitahuan penangkapan kepada keluarga tertanggal 27 Juli 2004. Surat dikirimkan melalui pos. (iy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini