"Jika ada Guru Besar yang meninggal dunia, biasanya kami ada prosesi pelepasan dulu," ujar Rektor ITB Akhmaloka saat dihubungi detikbandung via telepon selulernya, Sabtu (21/4/2012). Widjajono merupakan Guru Besar di Fakultas Teknologi Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB.
Namun dengan posisi almarhum yang juga menjadi Wamen ESDM, Akhmaloka mengaku belum mendapatkan kepastian, apakah Widjajono akan dimakamkan di Bandung atau di tempat lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kompleks pemakaman guru besar ITB disebutkan Akhmaloka berada di kawasan Sarijadi Bandung.
Widjajono menghembuskan nafas terakhirnya saat mendaki Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat. Mendaki merupakan salah satu hobi dari Wamen nyentrik ini.
Pria kelahiran Magelang 16 September 1951 ini diketahui sesak nafas karena oksigen yang menipis di puncak gunung setinggi 1.800 meter di atas permukaan laut tersebut.
Menurut data yang dikutip dari ITB, Widjajono tercatat pernah tergabung sebagai Anggota Tim P3M (Pengawasan Peningkatan Produksi Migas) Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Penasihat Asosiasi Perusahaan Migas (Aspermigas), serta Kaukus Migas Nasional Ikatan ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI).
Hingga saat ini, Widjajono telah menulis dua buah buku yakni Memahami Pembangunan dan Analisis Kebijakan (2004) dan Manajemen dan Ekonomi Minyak dan Gas Bumi (2002). Selamat jalan Pak Wid.
(tya/mad)











































