"Mudah-mudahan nanti pas di SMP hal tersebut tidak terjadi," kata Irjen Kemendikbud, Haryono Umar, kepada detikcom, Sabtu (21/4/2012).
Seluruh laporan yang masuk, akan menjadi perhatian serius kementerian. Terutama mengenai kekurangan naskah, laporan soal tertukar, hingga laporan kerusakan soal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haryono berharap, jika permasalahan serupa kembali ditemukan dalam kasus UN SMP, seluruh pihak harus dengan sigap bisa segera memperbaikinya. "Kasus-kasus seperti ini harus kita pantau dengan segera," tandasnya.
Jumlah laporan UN SMA tahun ini meningkat drastis dibanding laporan tahun 2011 lalu yang 109 laporan. Namun lebih rendah dari laporan UN SMA pada 2010 yang 896 laporan.
Dari 837 laporan itu, 73 laporan tentang kunci jawaban palsu, 71 laporan isu kebocoran, 15 laporan jual-beli soal, 15 laporan standar kelulusan, 4 laporan kekurangan naskah, 2 laporan soal tertukar, 1 laporan kerusakan soal, 213 laporan tentang kecurangan, 98 laporan informatif, dan tentang lain-lain 323 laporan.
(mok/mok)











































