"Saya tidak risau dengan hasil survei, karena saya selalu turun ke masyarakat," ujar Hendardji dalam siaran persnya, Sabtu (21/4/2012).
Hendardji mengakui keterbatasan dirinya dalam hal publikasi dan media yang membuat selalu menempati posisi paling bawah dalam setiap survei yang dirilis berbagai lembaga survei. Menurut Hendardji, terjun langsung ke masyarakat selain biaya yang lebih murah daripada menggunakan media, bisa juga untuk lebih mengakrabkan diri dengan warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu kegiatan dalam upaya mengakrabkan diri dengan warga DKI, Hendardji pada Rabu (19/4) lalu, mendatangi Pasar Rajawali, Pademangan Barat, Jakarta. Dalam kunjungannya, ia sempat berdialog dengan para pedagang pasar. Hendardji sendiri menegaskan komitmennya terhadap pasar tradisonal sebagai basis ekonomi kerakyatan yang harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah.
"Mengingat semakin pesatnya perkembangan pasar-pasar modern seperti mal-malldan mini market," jelasnya.
Dalam survei yang diadakan Puskaptis, pasangan Hendarji Supanjdi-A Riza Patria mendapat suara sebanyak 1,55 persen. Berdasarkan survei itu, elektabilitas Foke-Nara mencapai 47,22 persen. Posisi ke-2 pasangan Jokowi-Ahok dengan elektabiliats 15,16 peren. Disusul Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini 10,28 persen, Faisal Basri-Biem Benyamin 3,17 persen, Alex Noerdin-Nono Sampono 2,31 persen.
Sedangkan berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI), pasangan Foke-Nara mendapat dukungan 49,1 persen. Di posisi kedua pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapat 14,4 persen suara, disusul pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini dengan 8,3 persen suara.
Berturut-turut di posisi keempat hingga keenam, pasangan Faisal Basri-Biem Benjamin (5,8 persen), Alex Noerdin-Nono Sampono (3,9 persen) dan Hendardji Soepandji-A Riza Patria yang hanya mendapat 1,2 persen.
(mok/mok)











































