Penyelesaian Masalah Harus Berpihak pada TKW

Laporan dari Dubai

Penyelesaian Masalah Harus Berpihak pada TKW

Eddi Santosa - detikNews
Sabtu, 21 Apr 2012 02:26 WIB
Penyelesaian Masalah Harus Berpihak pada TKW
Dubai -

Proses penyelesaian masalah para TKW sedapat mungkin harus menghasilkan keputusan yang lebih berpihak kepada para TKW sebagai warga negara dan dapat memberikan solusi tepat dan cepat.

Hal itu disampaikan Konsul Jenderal RI di Dubai Mansyur Pangeran dalam sambutan saat melepas keberangkatan 5 TKW bermasalah, yang dibantu dipulangkan ke tanah air, Kamis (19/4/2012).

Mereka adalah Juarsih binti Anta (Karawang, Jawa Barat), Imas Eli Yulipah binti Apud (Bandung, Jawa Barat), Suneri binti Tarsina Sarnadi (Cirebon, Jawa Barat), dan Supiati binti Sajid Basir (Banyuwangi, Jawa Timur), dan Yuni Adekantari binti Abdul Hafid (Sumbawa, NTB).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Salah satu tugas utama KJRI Dubai adalah melaksanakan sistem pelayanan warga yang melindungi WNI dan badan hukum Indonesia, dengan cepat, tepat, murah, ramah, memuaskan, terbuka dan bertanggung jawab," ujar Konjen melalui Konsul Fungsi Pensosbud Adiguna Wijaya kepada detikcom.

Menurut Konjen, pihaknya terus berupaya membantu dan memfasilitasi penuh keseluruhan proses hukum, penyelesaian kasus serta administrasi para TKW bermasalah dengan otoritas terkait setempat di 6 emirat wilayah kerja KJRI Dubai, yaitu kantor imigrasi, kepolisian, pengadilan, agen penyalur tenaga kerja lokal dan majikan.

Proses penyelesaian kasus para TKW tersebut memang bukan sesuatu hal yang mudah dan menjadi rutinitas begitu saja. Akan tetapi, menuntut suatu upaya serius dan kesungguhan, tidak hanya dari Konjen RI Dubai semata, tetapi juga segenap staf KJRI Dubai, serta dukungan dari masyarakat Indonesia di wilayah kerja KJRI Dubai.

"Seringkali KJRI Dubai harus melakukan berbagai upaya pendekatan tertentu dengan pihak otoritas terkait di 6 emirat wilayah kerja KJRI Dubai yang masing-masing memiliki peraturannya tersendiri," ujar Konjen.

Lanjut Konjen, khusus kepada para TKW bermasalah itu pihaknya telah merintis inisiatif memberi mereka keterampilan tambahan melalui berbagai kelas Sekolah TKW KJRI Dubai, bekerjasama dengan DWP KJRI Dubai, dengan materi bahasa Inggris, komputer, menjahit dan ketrampilan, table manners serta merangkai bunga.

Kepada para TKW, Konjen berpesan agar setiba di tanah air nanti mereka tidak lagi mencari pekerjaan ke luar negeri menjadi PLRT, tetapi mencari penghidupan lebih baik di Indonesia saja, dengan bekal pengetahuan dan ketrampilan yang telah diperoleh dari mengikuti Sekolah TKW.

Konjen juga menekankan agar mereka jangan mau dibujuk rayu oleh berbagai oknum untuk diberangkatkan kembali ke luar negeri untuk bekerja sebagai PLRT.

"Pada saat ini semakin banyak peluang kerja di Indonesia yang menawarkan gaji yang sama atau bahkan lebih tinggi dari di UAE dengan kondisi kerja yang lebih baik," tegas Konjen.

Para TKW bermasalah itu sebelumnya telah berada di penampungan sementara KJRI Dubai dengan kurun waktu bervariasi antara 1 pekan hingga 1 bulan. Mereka datang meminta bantuan ke KJRI Dubai setelah kabur dari majikan, karena beban kerja terlalu berat, tidak digaji, difitnah, diperlakukan semena-mena dan disiksa.

Beberapa TKW yang dipulangkan itu sebelumnya pernah bekerja di Qatar dan Arab Saudi dengan lama kerja antara 2 hingga 10 tahun. Selain itu sebagian juga ada yang dipalsukan umurnya oleh oknum agen tenaga kerja di Indonesia. Ada yang dimudakan dan dituakan di paspor dari usia mereka sebenarnya.

Merasa terselamatkan, para TKW menyampaikan terimakasih atas bantuan dan perhatian dari KJRI Dubai. Selama berada dalam penampungan mereka juga mendapat perlakuan baik dan dipenuhi berbagai kebutuhan pribadi keseharian mereka.

Bahkan berat badan mereka naik dan kondisi tubuh lebih terawat dibandingkan saat masih bekerja pada majikan mereka. Salah satu dari mereka bahkan mengalami kenaikan berat badan hingga 11 kg. Selain itu, mereka menyampaikan bahwa walaupun singkat namun tambahan pengetahuan dan keterampilan dari Sekolah TKW KJRI Dubai sangat terasa.

Menanggapi hal ini, Konjen berpesan agar para TKW dapat menyampaikan secara jujur apa adanya fakta sebenarnya yang mereka alami sekiranya ada pihak tertentu di tanah air yang mencoba mencari tahu mengenai pengalaman mereka selama bekerja di Dubai.

Sejak Januari 2012 hingga saat pemulangan terakhir ini, KJRI Dubai telah berhasil membantu dan memulangkan 82 TKW bermasalah dari Dubai dan 5 emirat lainnya yang menjadi wilayah kerja KJRI Dubai.

"Keberhasilan pelaksanaan sistem pelayanan warga dapat tercapai karena kerjasama dan koordinasi dengan seluruh instansi terkait, baik perwakilan RI di luar negeri maupun di dalam negeri," pungkas Konjen.

(es/es)


Berita Terkait