Pasca Kebocoran Nuklir, Jepang akan Perketat Pemeriksaan

Pasca Kebocoran Nuklir, Jepang akan Perketat Pemeriksaan

- detikNews
Rabu, 11 Agu 2004 15:41 WIB
Jakarta - Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan untuk memperketat aturan pemeriksaan pipa-pipa di pembangkit listrik tenaga nuklir. Ini dilakukan menyusul kecelakaan mematikan di salah satu pembangkit nuklir negeri Sakura itu pada Senin (9/8/2004) lalu.Empat pekerja tewas dalam insiden kebocoran pipa di pembangkit listrik tenaga nuklir Mihama. Pihak perusahaan yang mengelola pembangkit tersebut, Kansai Electric Power (KEP), mengakui bahwa pipa tersebut tidak pernah diinspeksi dalam 28 tahun.Dalam tayangan televisi Jepang, terlihat Presiden KEP, Yosaku Fuji berlutut meminta maaf kepada keluarga Hiroya Takatori, yang tewas dalam peristiwa itu. Ini dilakukan ketika ayah Takatori menangis sambil memohon dirinya mengembalikan putranya yang berusia 29 tahun itu.Seorang pejabat di Badan Keselamatan Industri Nuklir mengatakan bahwa mereka akan mengadakan rapat hari ini untuk mempertimbangkan regulasi baru, seperti pemeriksaan ketat atas pipa-pipa air di pembangkit listrik nuklir."Kami belum membuat keputusan apapun," ujar pejabat yang tidak disebutkan identitasnya itu. "Kami akan membahas langkah-langkah apa yang harus diambil," imbuhnya seperti diberitakan Reuters, Rabu (11/8/2004).Kantor berita Kyodo melaporkan bahwa sebuah panel pakar akan dibentuk untuk membicarakan peraturan keamanan baru apa yang diperlukan guna mencegah terulangnya insiden serupa.Saat ini, tidak ada aturan khusus menyangkut pipa-pipa air yang menjadi asal-muasal peristiwa maut tersebut.Kalangan analis menuturkan, insiden terbaru ini diperkirakan akan membuat tertundanya rencana pemerintah Jepang untuk membangun reaktor-reaktor nuklir baru. Negeri Matahari Terbit itu berencana membangun lima reaktor nuklir hingga 2010 mendatang, sebagai tambahan atas 52 reaktor nuklir yang beroperasi saat ini. (ita/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini