Angkot Pekanbaru Mogok, Ribuan Penumpang Terlantar
Rabu, 11 Agu 2004 14:17 WIB
Pekanbaru - Ratusan angkutan kota (angkot) di Pekanbaru mogok massal karena tidak tahan diperas sejumlah preman. Akibatnya, ribuan penumpang terlantar.Ratusan sopir angkot trayek Labubaru- Pasar Kodim di Pekanbaru sejak tadi pagi melakukan aksi mogok dengan memarkirkan kendaraannya di depan Kantor Lurah Labubaru Timur. Mereka mogok total karena tidak tahan terus menerus menjadi sapi perahan para preman di kawasan pasar Kodim Pekanbaru."Kami mogok, karena tidak tahan diperas oknum OKP Pemuda Pancasila (PP). Bila tidak diberi, mereka malah mengancam kami," ujar Sahat Manurung, salah seoarang sopir kepada detikcom, Rabu (11/8/2004).Sahat menjelaskan, setiap harinya para sopir trayek Labubaru itu mesti menyisihkan uang pajak preman minimal Rp 10 ribu setiap angkot. Pungutan itu yang dilakukan OKP PP itu dengan dalih uang keamanan di kawasan pasar Kodim. Paling tidak, ada 3 tempat pungutan liar yang dijadikan ajang pungutan.Tempat pungutan dengan ancaman kekerasan itu biasanya terjadi di perempatan jalan Teratai, tempat naik turunya penumpang. Di perempatan itu, setiap angkot pada pukul 10.00 pagi, mesti membayar uang keamanan Rp 2000/angkot."Paling tidak dalam sehari kami mesti membayar uang keamanan sebanyak 3 kali, mulai pagi, siang dan sore. Belum lagi pungutan di sejumlah persimpangan yang selama ini ramai sebagai tempat turun naiknya penumpang," jelas Sahat.Sedangkan Herman, sopir lainnya mengaku, bila uang pungli itu tidak mereka bayar, maka kelompok preman di kawasan pasar Kodim tidak segan-segan menganiaya para sopir."Teman-teman kita sudah banyak yang menjadi korban pengeroyokan para preman pasar itu. Para sopir sudah pernah melaporkan kasus pemukulan itu kepada polisi, tapi tidak pernah mendapat tanggapan," kata Herman.Hinga berita ini diturunkan, ratusan sopir angkot masih melakukan aksi mogok. Saat ini, Kasatlantas AKP Oktavianus masih melakukan perundingan dengan para sopir di kantor lurah tersebut.Sementara itu, dari pantuan di lapangan, ratusan penumpang di jalur trayek Labubaru ke Pasar Kodim itu terlihat ribuan penumpang terlantar. Apalagi pada pukul 13.30 WIB, ribuan anak sekolah yang baru saja keluar dari sekolahnya tampak berdiri di perempatan Jl Teratai menunggungkan angkot yang tak kunjung datang."Dari tadi saya nunggung angkot, tapi tak ada yang muncul. Katanya, angkot itu pada mogok," kata Marlina, siswi SMU Serirama kelas II itu.
(nrl/)











































