"Saya berpandangan DPD tingkat II dikasih kesempatan bicara. Kalau hanya mengandalkan 27 DPD tingkat I itu belum cukup," ujar Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung kepada detikcom, Kamis (19/4/2012) malam.
Menurut dia mengabaikan hak suara DPD II malah akan menciptakan ketidaksolidan pengurus di tingkat bawah untuk menyukseskan Ical bila akhirnya terpilih sebagai capres tunggal.
"Karena mereka (DPD II) yag akan turun ke bawah mengenalkan capres Golkar. Mereka yang bekerja keras agar kampanye berhasil dan kemenangan capres bisa didapat. Jangan diabaikan mereka," tegasnya.
Karena itu, Akbar berharap Ical berkomunikasi dulu dengan DPP termasuk Dewan Pertimbangan mengenai mekanisme penetapan capres yang dilakukan melalui Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnasus). "Sebaiknya dibicarakan dulu tata cara penetapan presiden," pungkasnya.
Akbar mengaku hingga saat ini dirinya tidak pernah diajak berkomunikasi oleh Ical membahas percepatan Rapimnasus yang disetujui awal Juli mendatang.
"Saya enggak pernah diberitahukan, saya cuma dengar Rapimnasus untuk mempercepat penetapan capres dari media. Saya Ketua Wantim tidak pernah diinformasikan apa-apa," tuturnya.
(fdn/van)











































