"Saya enggak pernah diberitahukan, saya cuma dengar Rapimnasus untuk mempercepat penetapan capres dari media. Saya Ketua Wantim tidak pernah diinformasikan apa-apa," kata Akbar kepada detikcom, Kamis (19/4/2012) malam.
Akbar mengatakan mestinya Ical dan pengurus DPP lebih dulu meminta saran atas adanya usulan 27 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar agar Rapimnasus dipercepat. "Seharusnya semua kebijakan strategis lebih dulu dimintakan pertimbangan ke Wantim, minta saran. Saya ini jadi enggak tahu apa-apa karena belum ada yang ajak bicara," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebaiknya itu dibicarakan sebelum mengambil langkah-langkah penetapan capres. Dibicarakan dulu untuk disepakati baru ditentukan langkah-langkah berikutnya," saran dia.
Menurutnya mekanisme penetapan capres harus sesuai dengan aturan yang sudah ada di Golkar. "Belum ada pembicaraan tata cara penetapan pencapresan, tiba-tiba ada usulan DPD mengusulkan Ical jadi capres Apakah penetapan capres dengan tata cara seperti itu? kritik Akbar.
(fdn/van)











































