"Interpelasi sudah kehilangan makna ketika surat yang bikin heboh tersebut sudah ditarik,"kata Sutan kepada detikcom, Jumat (20/4/2012).
Menurut Sutan, DPR tak perlu menghabiskan energi untuk interpelasi Dahlan Iskan. Sedangkan prestasi legislasi di DPR saja masih sangat rendah. Pemerintah juga harus didukung dalam melakukan reformasi birokrasi.
"Yang jelas bagi kami interpelasi itu hanya buang-buang energi saja. Ya kan masih banyak pekerjaan pemerintah yang belum selesai. Itu lebih bermakna bagi kita dan rakyat,"katanya.
Sejumlah fraksi di DPR memang telah meminta anggotanya untuk mencabut usulan interpelasi Dahlan Iskan. Namun demikian sejumlah anggota pengusung interpelasi masih ngotot dengan usulannya tersebut.
Salah satunya adalah inisiator interpelasi dari FPDIP, Aria Bima. Wakil Ketua Komisi VI DPR ini tak gentar dengan kebijakan FPDIP DPR menghentikan sementara interpelasi terhadap kebijakan Dahlan.
"Nggak berhenti, terus lanjut. Malah nambah, dari Fraksi PKB, Unais Ali Hisyam. Ini masalah undang-undang. Publik harus melihatnya sebagai debat masalah undang-undang," kata Aria Bima saat dihubungi wartawan, Rabu (18/4/2012).
(van/edo)











































