Jepang & Korut Mulai Bahas Isu Penculikan Warga

Jepang & Korut Mulai Bahas Isu Penculikan Warga

- detikNews
Rabu, 11 Agu 2004 14:02 WIB
Jakarta - Jepang dan Korea Utara (Korut) hari ini memulai pembicaraan mengenai nasib warga Jepang yang diculik agen-agen Korut. Isu penculikan beberapa dekade silam tersebut merupakan penghalang utama untuk menjalin hubungan diplomatik antara kedua negara bertetangga Asia itu.Dialog yang berlangsung selama dua hari itu akan didominasi isu mengenai 10 warga Jepang, yang diyakini pemerintah Tokyo telah diculik agen Korut pada tahun 1970-an dan 1980-an untuk melatih mata-mata bagi Korut."Kami akan melakukan diskusi yang tenang, tulus dan konstruktif," tukas kepala delegasi Jepang Akitaka Saiki kepada wartawan seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (11/8/2004).Isu penculikan ini telah menghambat upaya-upaya untuk membangun hubungan diplomatik antara Tokyo dan Pyongyang. Hambatan lainnya adalah masalah program nuklir Korut, yang menjadi pokok bahasan dialog multilateral yang juga melibatkan Korea Selatan, Rusia, Cina dan AS.Ketika ditanyakan pandangannya mengenai nasib warga Jepang yang diculik, Saiki berujar: "Kami ingin lebih dulu mendengar apa yang akan dikatakan mereka (Korut)."Pada pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Junichiro Koizumi, Mei lalu, Presiden Korut Kim Jong-il menyatakan setuju untuk menyelidiki ulang nasib ke-10 warga Jepang tersebut. Pemerintah negeri komunis itu sebelumnya menyatakan bahwa 8 dari 10 korban penculikan itu telah meninggal.Presiden Kim mengakui pada pertemuan puncak dengan PM Koizumi, September 2002 lalu bahwa agen-agen negaranya telah menculik sebanyak 13 warga negara Jepang pada tahun 1970-an dan 1980-an. Delapan di antara mereka telah meninggal akibat sakit, bunuh diri ataupun kecelakaan. Sementara lima sandera lainnya telah dipulangkan ke Jepang pada Oktober 2002. (ita/)


Berita Terkait