Musibah banjir itu akibat intensitas hujan tinggi di daerah daratan Gayo dan meluapnya Krueng Keurutoe, Kamis (19/4/2012) siang hingga sore tadi.
Informasi yang di himpun detikcom, ratusan rumah yang tergenang banjir itu berada di tiga kecamatan di Aceh Utara, yakni Kecamatan Matangkuli yang meliputi Desa Tanjong, Meuria, Tempok Barat, Alue Thoe, Lawang, dan Desa Hagu. Alue Thoe.
Sedangkan di kecamatan Pirak Timu, banjir melanda Desa Tanjong Serkuy, Meunasah Krueng, Rayek Pange, Pange, Bungong, Gelumpang, dan Hasan Krung Kreh.
Sementara di Kecamatan Lhoksukon, banjir menggenangi kawasan komplek pasar ikan dan beberapa rumah warga di Kampung Baru dan Desa Dayah.
Ketua ranting PMI, Usmanur, mengakui ketiga kecamatan itu merupakan daerah langganan korban banjir. “Hingga malam ini ketinggian air masih bertahan 50 cm, namun jika hujan di kawasan pegunungan Bener Meriah, air akan terus bertambah,kemungkinan warga akan mengungsi,” ujar Usmanur saat di hubunggi detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banjir baru sebatas pekarangan sekolah dan belum masuk ke ruang belajar,” ujar Usmanur.
Warga berharap agar pemerintah Aceh Utara segera melakukan normalisasi sungai, guna penanggulangan banjir akhir tahun nanti ketika musim hujan. Hingga malam ini, warga masih terus berjaga jaga di rumahnya masing masing terhadap ancaman banjir susulan yang mungkin terjadi di kawasan tersebut.
(van/van)











































