Ceko Diminta Dukung Keluarkan RI dari Annex I Schengen

Ceko Diminta Dukung Keluarkan RI dari Annex I Schengen

- detikNews
Kamis, 19 Apr 2012 19:36 WIB
Ceko Diminta Dukung Keluarkan RI dari Annex I Schengen
Praha - Pemerintah Republik Ceko diharap dukungannya untuk mengeluarkan Indonesia dari Annex (Lampiran) I Protokol Schengen, terkait kemudahan memasuki 26 negara-negara Schengen.

Harapan itu disampaikan delegasi Komisi I DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I, Agus G. Kartasasmita dalam kunjungan kerja di Ceko, seperti dituturkan Sekretaris III Ekonomi dan Penerangan KBRI Praha Arif Sulaksono, Kamis (19/4/2012).

Selama kunjungan, delegasi bertemu dengan beberapa mitra kerja, antara lain Ketua Komisi Pertahanan DPR Ceko, Wakil Ketua DPR Ceko, Wakil Menteri Luar Negeri Ceko dan Wakil Menteri Pertahanan Ceko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Delegasi mengharapkan dukungan atas upaya pemerintah Indonesia untuk mencabut Indonesia dari daftar negara-negara yang wajib memperoleh visa untuk memasuki negara-negara Schengen atau dikeluarkan dari Annex I ke Annex II Protokol Schengen.

Selain itu, delegasi mendorong pemerintah Ceko untuk memperhitungkan Indonesia dalam strategi ekspor Ceko dan menginformasikan mengenai kehidupan beragama di Indonesia dan bagaimana Islam Indonesia dapat berjalan selaras dengan kehidupan demokrasi.

Delegasi juga mengunjungi beberapa Industri Strategis di Ceko, antara lain MPI Excallibur yang memproduksi senjata artileri dan Main Battle Tank (MBT), perusahaan senjata dan amunisi CZ, serta "Eldris" produsen radar, yang produknya telah digunakan oleh beberapa bandara Indonesia.

"Ternyata kami menemukan banyak alternatif pengadaan alutsista dengan kualitas dan harga bersaing untuk modernisasi TNI, ujar ketua delegasi Agus G. Kartasasmita.

Disela-sela kunjungan, delegasi juga berkesempatan melakukan dialog dengan mahasiswa, masyarakat Indonesia dan diaspora Indonesia yang tinggal dan menetap di Republik Ceko.

"Perwakilan mahasiswa Indonesia yang pada awalnya memberikan kritik atas kunjungan tersebut, namun akhirnya memberikan pengakuan atas pentingnya kunjungan dan memberikan apresiasi atas kinerja dan hasil-hasil yang dicapai," demikian Arif.

Kritikan PPI

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Republlik Ceko mengkritik kunjungan delegasi Komisi I DPR RI tersebut dan mengajak para anggota DPR, yang kerap melakukan perjalanan keluar negeri agar memiliki sense of crisis.

PPI Ceko bahkan secara simbolik membagikan tiket angkutan umum setempat untuk digunakan oleh para anggota delegasi saat mengunjungi kota Praha.

Ini untuk mengajak para delegasi tersebut agar dapat melihat, merasakan, dan mengalami sendiri secara langsung bagaimana sebuah transportasi lokal dijalankan," kata Heru Pranoto, salah seorang mahasiswa yang sedang studi program master di Czech Technical University (CTU) di Praha dalam rilisnya, Kamis (19/4/2012).

Kunjungan ini, sebagaimana kunjungan-kunjungan delegasi DPR RI sebelumnya menuai banyak kritik dan penolakan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa Indonesia yang sedang studi di luar negeri, karena dinilai tidak memiliki sense of crisis atas kondisi keuangan negara yang sedang menanggung beban berat.

Aliansi PPI atau lebih dikenal dengan PPI Dunia, membuat pernyataan sikap atas kunjungan Komisi I DPR RI ini yang intinya mengimbau agar meninjau kembali seluruh program kunjungan luar negeri mereka, melakukan transparansi program dan akuntabilitas anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan serta membuka akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat tentang program mereka selama di luar negeri.

Pada pertemuan di aula KBRI Praha (16/4/2012), pernyataan sikap PPI Dunia tersebut juga disampaikan oleh Argya Syambarkah, mahasiswa di Czech University of Life Sciences (CULS), di hadapan para delegasi.

Selain membagi-bagikan tiket transportasi umum lokal kota Praha, PPI Ceko juga menawarkan pendampingan selama para anggota Komisi I DPR RI melaksakan tugas kunjungan di Republik Ceko, menawarkan anggota delegasi untuk tinggal di flat mahasiswa dan masyarakat lainnya agar dapat merasakan dan melakukan dialog secara langsung dan terbuka dengan para anggota masyarakat.

Selain itu PPI Ceko juga menawarkan bantuan asistensi penggunaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk melakukan komunikasi interaktif yang real time lewat video conference atau teleconference dengan mitra kerja nya di luar negeri.

Bukankah DPR RI sudah memiliki sistem dan perangkat TIK yang mumpuni, sayang jika sistem yang dibangun dengan biaya mahal itu tidak digunakan secara maksmal, demikian disampaikan oleh Hery Dian Septama, mahasiswa CTU, lainnya.


(es/es)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads