Jarang Gempa, Pantai Selatan Jawa Tetap Rawan Tsunami

Jarang Gempa, Pantai Selatan Jawa Tetap Rawan Tsunami

Bagus Kurniawan - detikNews
Kamis, 19 Apr 2012 19:07 WIB
Yogyakarta - Pantai selatan Jawa rawan terhadap ancaman gempa dan tsunami. Namun dari sisi usia, di selatan Jawa jarang terjadi gempa karena usia lempeng yang relatif lebih tua dibanding di wilayah Sumatera.

"Lempeng di selatan Jawa berusia sekitar 150 juta tahun, dibanding lempeng Sumatera yang rata-rata berusia 60 juta tahun," kata Peneliti Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP) Dr. Widjo Kongko di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (19/4/2012).

Menurut Kongko, di selatan Jawa itu tsunaminya khas. Gerakan gempa pelan tapi tsunami besar karena adanya endapan sedimentasi dengan ketebalan lebih 60 meter yang berada di atas lempeng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apabila terjadi dislokasi lempeng, maka dampak tsunaminya tiga kali lebih besar," katanya.

Oleh karena itu, dia mengusulkan agar pemerintah DIY perlu mengkaji kembali pembangunan bandara di dekat daerah pesisir selatan pantai Jawa. Kalau tetap dijalankan, perlu dibangun pelindung tsunami dan pemecah ombak.

Sementara itu Kepala Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP) Dr Ir Rahman Hidayat, M.Eng menambahkan sekitar 70 persen infrastruktur pelabuhan dan bangunan pantai di seluruh Indonesia dari sisi desain dan perencanaan tidak sesuai standar konstruksi. Padahal hampir 60 persen kota-kota di Indonesia berada di wilayah pesisir pantai.

"Selain tidak standar, dalam operasionalnya sangat boros, tidak sustainable dan mudah rusak," katanya.

Menurut Rahman, banyak dermaga pelabuhan, bangunan pantai dan struktur pelindung pantai yang tidak sesuai konstruksi. Hal itu disebabkan standar perancangan yang tidak menyesuaikan kondisi lokal pantai.

"Keahlian perancangan juga minim. Selain itu tidak tersedia metode pelaksanaan konstruksi yang sesuai dengan ketersediaan peralatan lokal," katanya.

Dia mengatakan pihaknya mendukung pertumbuhan kawasan pantai utara Jawa dan pantai selatan jawa untuk megurangi kepadatan jalur darat. Namun pembangunan transportasi laut perlu memperhatikan kondisi fisik dan kontur selatan pulau jawa yang relatif lebih berat.

Mengenai rencana pembangunan bandara di wilayah pantai Selatan DIY, Rahman mengusulkan pemerintah untuk melakukan kajian uji model fisik dan numerik untuk mengantisipasi adanya bahaya dampak gempa dan tsunami.

Sebab pantai selatan DIY termasuk wilayah yang rentan terhadap ancaman tsunami. Tidak hanya itu, tingkat abrasi akibat gelombang tinggi terjadi hampir sepanjang tahun.

"Perlu kajian yang sungguh-sungguh terhadap potensi bencana dalam penentuan lokasinya," katanya.

(bgk/trw)


Berita Terkait