Peristiwa menggegerkan ini terjadi di Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Kapolres Tanggamus AKBP Bayu Aji, saat dihubungi, detikcom, mengatakan, motif pembunuhan karena anak dan isterinya kesal atas perlakuan korban yang kerap menganiaya Yatinah. "Ini pembunuhan berencana. Pelaku bisa dikenakan hukuman seumur hidup," kata Bima, Kamis (19/4/2012).
Perencanaan pembunuhan dimulai dengan Yatinah menyiapkan kopi untuk Purwanto. Kopi tersebut sudah diberi racun dan obat tidur. Purwanto pun pergi ke kandang sapi yang tidak jauh dari rumahnya. Selang beberapa saat kemudian, dia pulang dan langsung tidur.
Melihat Purwanto yang sudah pulas tidur, ibu dan dua anak ini pun beraksi. Yatinah memegangi kaki korban sedangkan Heri dan Mustofa memukul kepala korban dengan balok kayu dan martil. Setelah dibunuh, Purwanto pun dimasukkan dalam karung dan dibuang ke daerah lain di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu.
Jasad Purwanto ditemukan warga dengan kondisi penuh darah, Senin (16/4/2012). Bagian kepala pria yang berprofesi sebagai buruh ini hancur dan bibir pun pecah. Ada tali yang masih terlilit pada bagian
leher korban.
Polisi berhasil mengamankan pelaku Yatinah dan dua anaknya, Heri Susanto (22 tahun) dan Mustofa (18 tahun) di rumahnya, Air Naningan, Rabu (18/4/2012) malam.
Saat ini, pelaku ditahan di Polsek Air Naningan. Pihak kepolisian berencana memindahkan ketiganya ke tahanan Polres Tanggamus. Mereka juga sedang mengumpulkan beberapa barang bukti yang digunakan pelaku dengan menyelidiki dua lokasi perkara, Air Naningan sebagai lokasi pembunuhan dan Pagelaran sebagai tempat penemuan mayat.
(trw/trw)











































