Kejang-kejang dan Tewas, Sinta Tidak Fit Saat Hapus Tato

Kejang-kejang dan Tewas, Sinta Tidak Fit Saat Hapus Tato

Arbi Anugrah - detikNews
Kamis, 19 Apr 2012 17:40 WIB
Kejang-kejang dan Tewas, Sinta Tidak Fit Saat Hapus Tato
Purwokerto - Sinta Dewi (28), yang tewas saat menghapus tatonya, disebut-sebut tidak fit. Pelaku mengaku sudah memperingatkan tapi Sinta memaksa.

"Dia tetap memaksa dan menjanjikan memberi kalung," kata Eko di Mapolres Banyumas, Kamis (19/4/2012)

Eko mengaku tahu kondisinya 'klien'-nya tidak fit berdasarkan pengalaman atau insting belaka. Sebab itu, sebelum mulai menghapus tato, dia sempat meminta korban mengurungkan niatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlebih lagi, jelas Eko, korban memiliki tiga tato. Itu artinya dibutuhkan banyak obat bius jenis Lepokin agar proses menghapusnya tidak terasa sakit.

Eko memulai menghapus tato korban di sekitar punggung atau pundak. Di bagian itu, tatonya bergambar kupu-kupu. Kemudian dia melanjutkan menghapus tato di bagian pinggang atau pinggul.

"Lalu saat hendak menghapus tato terakhir, di bagian lengan, korban kejang dan tewas," kata sumber detikcom.

Sinta tewas setelah kejang-kejang di tempat praktik Eko Restianto (49), di wilayah Kejawar, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (18/4/2012). Diduga, gejala itu dialami akibat suntikan obat bius jenis Lepokin. Polisi masih menyelidiki kasus ini.

(trw/gah)


Berita Terkait