"Dia tetap memaksa dan menjanjikan memberi kalung," kata Eko di Mapolres Banyumas, Kamis (19/4/2012)
Eko mengaku tahu kondisinya 'klien'-nya tidak fit berdasarkan pengalaman atau insting belaka. Sebab itu, sebelum mulai menghapus tato, dia sempat meminta korban mengurungkan niatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eko memulai menghapus tato korban di sekitar punggung atau pundak. Di bagian itu, tatonya bergambar kupu-kupu. Kemudian dia melanjutkan menghapus tato di bagian pinggang atau pinggul.
"Lalu saat hendak menghapus tato terakhir, di bagian lengan, korban kejang dan tewas," kata sumber detikcom.
Sinta tewas setelah kejang-kejang di tempat praktik Eko Restianto (49), di wilayah Kejawar, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (18/4/2012). Diduga, gejala itu dialami akibat suntikan obat bius jenis Lepokin. Polisi masih menyelidiki kasus ini.
(trw/gah)










































