Bismar dan Lukisan yang Tak Terselesaikan

Bismar dan Lukisan yang Tak Terselesaikan

- detikNews
Kamis, 19 Apr 2012 16:52 WIB
Bismar dan Lukisan yang Tak Terselesaikan
Jakarta - Almarhum Bismar Siregar memiliki hobi melukis. Bahkan sebelum dipanggil Sang Kholik, Bismar masih sibuk melukis. Lukisan terakhirnya bahkan belum sempat diselesaikannya.

Pada Senin 16 April lalu, sesaat sebelum pingsan, Bismar juga sedang melukis. Tidak ada yang mengira lukisan di atas kanvas 30 x 40 cm itu merupakan lukisan terakhirnya.

"Bapak melukisnya mencontoh dari lukisan Tiki J Boediono judulnya 'Pimpin Langkahku'. Dia mulai melukis itu setelah sarapan pagi. Lalu pukul 11.00 WIB jatuh pingsan," terang anak kelima Bismar, Irawan Siregar, di rumah duka, Jl Cilandak I No 25 A, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lukisan yang dicontoh Bismar dimuat di salah satu surat kabar. Karena keburu meninggal, lukisan tersebut masih belum jadi. Saat ini dibelakang tulisan disematkan tulisan 'Lukisan Amang terakhir sebelum Amang koma. 16 April 2011. Jam 11".

Lukisan mantan hakim agung di Mahkamah Agung ini ada ratusan. Lukisan Bismar selalu bertema alam. Satu-satunya lukisan manusia karyanya hanyalah Osama bin Laden.

"Lukisan bapak itu lebih bertema ke alam. Satu-satunya orang yang pernah dilukis sama bapak yaitu Osama bin Laden," ujar Irawan.

Kenapa melukis Osama, apakah karena mengagumi? "Antara lainnya itu," ucap Irawan.

Osama menghuni galeri khusus lukisan yang sengaja dibangun dalam satu area dengan rumahnya. Galerinya diberi nama 'Pondok Lukisan Bismar Siregar'. Di dalam galeri ada sekitar 300 lukisan karyanya.

Lukisan Osama dibuat Bismar pada 21 Oktober 2011. Ukurannya 50 x 35 cm. Lukisan tersebut dibingkai dengan frame warna emas dan disimpan di dalam galeri. Di belakang lukisan ada tulisan "Osama bin Laden. Menuju surga? Allah bersama hamba yang berpegang teguh pada talinya. 21-10-2001. Bismar".

"Melukisnya biasa pagi, sehabis zuhur, dan lanjut lagi menjelang maghrib," lanjut Irawan.

Aktivitas melukis dijalani pria 84 tahun itu sebelum meninggal, karena tak lagi disibukkan aktivitas mengajar. Sementara dia juga sudah tak boleh menulis lagi.

Selain koleksi lukisan, Bismar juga mengoleksi buku-buku. Buku tersebut disimpan di rak khusus dengan rapi. Bukan hanya buku karyanya tapi juga buku-buku lain menyesaki rak di rumahnya.

"Bapak sih nggak pernah berpikir hak cipta. Kalau mau foto copy bukunya silakan," ucap Irawan.


(vit/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads