Politikus senior Partai Golkar Zainal Bintang menyebut pencalonan Aburizal Bakrie sebagai Presiden 2014 rapuh. Alasannya, mekanisme penetapan capres Golkar melalui Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnasus) membatasi hak suara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat II.
Zainal mengatakan, mekanisme usulan nama capres yang hanya diberikan kepada DPD tingkat I dan 10 ormas malah akan mengesampingkan posisi DPD tingkat II. "Pertanyaannya apakah DPD II ikut memberikan suara? Kenapa mereka tak diundang datang Rapimnasus supaya legitimasi ketum sebagai capres sangat kuat, demokatis," kata Zainal di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/4/2012).
Tanpa menyertakan DPD II untuk ikut menentukan capres, maka pencalonan Ical sebut Zainal tidak memiliki legitimasi yang kuat. Klaim 27 DPD I bahwa dukungan terhadap Ical untuk menjadi capres telah mendapat restu dari DPD II harus dibuktikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, Ical sebagai Ketum Golkar diminta mengakomodir suara pengurus daerah tingkat II. Rapimnasus juga harus dipastikan menyertakan DPD II memiliki hak suara tidak hanya DPD tingkat I.
"Secara demokratis memutuskannya, jangan lagi menggunakan instrumen legitimasi kayak kuorum. Itu sangat rentan dengan reaksi karena di Golkar banyak faksi. Jadi di atas kertas dukungan terhadap ketum oke karena diwakilkan ke DPD I. Tapi kalau ingin lebih transparan, ajak DPD II," ujar Zainal.
(fdn/rmd)










































