"Dari hari pertama UN sampai saat ini informasi yang kita terima sudah masuk 121 pengaduan. Intinya dari 121 itu ada 6 terkait kebocoran, 2 soal rusak, kecurangan ada 9, soal tertukar ada 1, kekurangan naskah ada 8 dan sisanya infomasi pelaksanaan saja," kata Haryono dalam jumpa pers di Kementerian Pendidikan, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (9/4/2012).
Haryono mengatakan, untuk masalah kebocoran UN aduan masuk dari Tangerang Selatan, Kabupaten Garut, Bengkulu, Lampung Utara, Jombang, dan Jambi. Namun setelah informasi itu dilacak ternyata tidak ada kebocoran namun yang adalah penipuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai adanya sekolah-sekolah yang tidak ikut UN, Haryono mengatakan masalah ini timbul akibat sekolah tersebut tidak terdaftar. "Ini disebabkan sekolah itu tidak mendaftar dan tidak terdaftar. Padahal dinas sudah mengingatkan tapi akan kami cari jalan keluarnya agar tidak merugikan siswa," katanya.
(nal/ndr)











































