"Nggak ada firasat apa pun," ucap Kemal Siregar, putra sulung Bismar, dengan wajah tegar di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2012).
Menurut dia, keluarga sudah memohon yang terbaik kepada Allah. Karena itu mereka mengikhlaskan kepergian Bismar. Harapannya, Bismar dilapangkan jalan kuburnya.
"Kemarin pukul 10.00 WIB memang sempat koma tapi masih berdetak. Tapi kalau sekarang benar-benar sudah tiada. Menegangkan memang saat melihat alat pendeteksi detak jantung dan melihat angka pada monitor akhirnya nol," tutur pria yang berprofesi sebagai pengacara ini.
Menurut dia, Bismar tidak akan dimakamkan pada hari ini. Hal ini untuk menghormati teman dan saudara yang ingin memanjatkan doa bersama untuk Bismar.
"Tidak ada kerabat yang ditunggu. Ibu ada, semua anak, menantu, cucu dan semua adik dari Medan sudah berkumpul semua di sini dan ini merupakan hal yang membahagiakan," sambung Kemal.
Dia menambahkan, Bismar pergi menghadap Sang Khlaik dengan didampingi seluruh keluarga. "Ibu sudah tabah dan mengikhlaskan walaupun menangis sebagai emosi yang wajar kehilangan orang yang dicintai," kata Kemal.
Bismar meninggal pada hari ini pukul 12.20 WIB di RS Fatmawati. Setelah dimandikan, Bismar dibawa kerumah duka, Jalan Cilandak I nomor 25 A. Bismar dirawat di rumah sakit pelat merah sejak Senin 16 April. Dia mendadak pingsan saat melukis di rumahnya.
(/nwk)











































