"Secara garis besar isi pakta integritas ada empat, yaitu independensi, profesionalitas, integritas dan kemandirian. Intinya adalah benar-benar menghajatkan anggota KPU yang benar-berar berani bertindak tegas dan tidak terpengaruh kepentingan individu dan kelompok," kata Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2012).
Koalisi ini terdiri dari FORMAPPI, KIPP, LIMA, SIGMA dan TEPI. Mereka berpendapat, penyelenggaraan Pemilu sepanjang era reformasi seringkali menimbulkan sejumlah persoalan. Salah satunya adalah penyimpangan yang dilakukan oleh anggota penyelenggara pemilu. Guna mengantisipasi terulangnya permasalahan tersebut, mereka mengajukan Pakta Integritas kepada seluruh anggota penyelenggara pemilu.
Pakta integritas ini dituliskan dalam selembar kertas dan ditandatangani oleh seluruh anggota KMPD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ray berharap anggota KPU yang saat ini baru terpilih tidak meninggalkan nama baik dan tidak terlibat dalam proses logistik. "Sebisa mungkin tidak terlibat dalam proses logistik," katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang. Menurutnya Pakta Integritas ini bukan merupakan kontrak sosial atau kontrak politik, melainkan komitmen kepada masyarakat untuk bekerja secara profesional. "Ini merupakan catatan kritis teman-teman LSM dalam mengiringi kerja Bapak-bapak," katanya.
Sementara itu, anggota KPU yang baru saja terpilih Hadar Gumay menyatakan belum bisa menandatangani pakta integritas ini. Hal ini disebabkan dirinya harus membaca dulu isi pakta integritas itu. "Selain itu saya juga harus mendiskusikannya dengan anggota yang lain," katanya.
Pada acara penyerahan pakta integritas itu, Hadar Gumay didampingi anggota KPU lainnya yaitu
Arief Budiman dan Ferry Kurnia Rizkiyansyah.
(/)











































